Pendampingan Zahir bagi Caritas-caritas Keuskupan – Caritas Indonesia – KARINA

Pendampingan Zahir bagi Caritas-caritas Keuskupan

23/10/2012
Karina - Caritas Indonesia

Karina - Caritas IndonesiaKunjungan tim Karina KWI ke caritas euskupan telah dilakukan dalam rangka pendampingan Zahir. Pendampingan ini bertujuan untuk  meningkatkan keahlian staf keuangan dalam mengaplikasikan dan memaksimalkan fungsi Zahir Accounting Software serta memberikan solusi dalam prakteknya jika menemukan kesulitan

Kali ini tim Karina KWI mengubah cara pendekatannya. Jika tahun sebelumnya hanya satu orang staf berkunjung yaitu dari unit Capacity Building namun di tahun 2010 ini Karina berusaha menugaskan dua orang staf untuk setiap kunjungan,terdiri dari unit Capacity Building dan tim Keuangan Karina KWI.

Harapan dari pendekatan ini supaya caritas keuskupan mendapat muatan yang lebih praktis atas penggunaan Zahir dan mendapatkan input atas permasalahan atau kendala yang dihadapi dalam menggunakan Zahir.

Jalannya Pendampingan
Kunjungan pertama dilakukan ke Caritas Keuskupan Makasar dimana KarinaKWI mendapat bantuan dari Bapak Ignatius Ongkowisanto (Caritas Keuskupan Purwokerto) untuk melakukan pendampingan pada 29 Mei – 1 Juni 2010 lalu. Kunjungan kedua  ke Caritas Keuskupan Surabaya pada 7-9 Juni 2010. Kunjungan ketiga ke PANSOS Bodronoyo-Bengkulu pada  19-20 Juli 2010  dan kunjungan keempat ke Caritas Keuskupan Maumere pada l 9-10 Agustus 2010.

Untuk pendampingan Zahir tahun 2010 ini, tim Karina KWI membuka kesempatan bagi setiap staf program yang memiliki waktu dan keinginan untuk memahami Zahir. Dalam setiap kunjungan tersebut, tim Karina KWI pertama-tama berusaha mengingatkan kembali para peserta mengenai setiap menu dan modul pada software akuntansi Zahir. Kemudian, tim Karina KWI melakukan simulasi dan praktik dengan soal-soal yang bersangkutan dengan keseharian transaksi keuangan di caritas keuskupan yang bersangkutan.

Khusus untuk Caritas Keuskupan Surabaya yang lokasinya dekat Kantor Zahir, tim Karina KWI mendatangkan trainer resmi dari kantor Zahir untuk datang berkunjung. Upaya-upaya tersebut dilakukan sedemikian rupa dengan harapan bahwa pendampingan yang dilakukan oleh KarinaKWI benar-benar memberikan manfaat dan Zahir bisa dipergunakan dalam keseharian pencatatan transaksi keuangan di Caritas-caritas Keuskupan.

Kendala di setiap Caritas Keuskupan berbeda-beda dalam penggunaan Zahir. Permasalahan yang sering diungkapkan adalah biasanya pihak donor mempunyai format laporan masing-masing dalam bentuk excel. Tim Karina KWI memberikan penjelasan bahwa sebetulnya hal tersebut masih memungkinkan untuk dikerjakan dengan Zahir, yaitu laporan keuangan dari Zahir di- export ke dalam bentuk excel dan data yang telah berbentuk excel tersebut dikelola sedemikian rupa sehingga memenuhi format laporan dari donor.

Tim Karina KWI menyadari bahwa untuk berubah dari pengerjaan dengan excel ke Zahir tidak dapat dilakukan dalam sekejap mata. Harus ada tahapan peralihan yang memakan waktu tergantung dari masing-masing caritas keuskupan yang bersangkutan. Saran dari tim Karina KWI adalah sementara ini jangan tinggalkan pengerjaan dengan excel namun mulailah mencoba menggunakan Zahir dan memahami cara software tersebut bekerja. Jadi, pada prakteknya pencatatan transaksi dicoba dibuat dengan dua cara yaitu cara pertama dengan excel seperti biasa dilakukan dan cara kedua mempergunakan sistem Zahir.

Memang terkesan saran tersebut menyebabkan tim keuangan caritas keuskupan harus bekerja ekstra atau ‘dua kali kerja’.  Namun, ini harus dilakukan agar tim keuangan caritas keuskupan memiliki kepercayaan pada software sebelum seratus persen menerapkannya dan menghindari adanya colaps data ketika  Zahir salah diaplikasikan.

Pendekatan ini mendapat tanggapan yang baik dari caritas keuskupan yang telah dikunjungi. Dari jawaban peserta pada lembar kuisoner  yang dibagikan maupun dari diskusi dan tanya-jawab, para peserta merasa bahwa pendampingan seperti ini sangat bermanfaat bagi mereka, Pun kali ini mereka jauh lebih memahami fungsi dari software akuntansi Zahir tersebut.

Tim Karina KWI sangat bersyukur atas  respon positif setiap caritas keuskupan yang didatangi. Rasa syukur itu semakin berlipat ganda ketika kedatangannya dapat memberikan pengetahuan baru, penyegaran dan solusi atas permasalahan-permasalahan keuangan yang menyangkut dengan Zahir. Harapannya, pendampingan ini menjadi hal yang sangat berguna bagi caritas keuskupan dan bagi Karina KWI sendiri.(*)

Penuils adalah staf Karina, Financial Management Trainer.

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta