Pemberdayaan Peran Perempuan: Budidaya Karet Okulasi – Caritas Indonesia – KARINA

Pemberdayaan Peran Perempuan: Budidaya Karet Okulasi

17/11/2014

Peran yang dilakukan perempuan dalam perkebunan atau pertanian bervariasi dari daerah ke daerah dan negara ke negara. Perempuan dan laki-laki sering memiliki peran yang saling melengkapi, berbagi atau membagi tugas dalam sistem pertanian tanaman muda organik, tumpang sari, budidaya karet unggul, budidaya ternak, dalam perawatan, maupun penggunaan hutan.  

Dalam kasus lain, perempuan dan laki-laki memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda untuk tanaman tertentu dan hewan ternak, pertanian dan hutan. Banyak jenis tanaman pangan yang telah diperkenalkan, kecenderungan tetap lebih condong ke laki-laki yang terlibat di sektor ini, terutama ketika sifatnya sangat mekanis. Tanggung jawab perempuan hanya untuk produksi pangan rumah tangga.

Melalui proyek Community Managed Livelihood Promotion (CMLP), Caritas Keuskupan Agung Pontianak dan Caritas Keuskupan Ketapang berupaya untuk terus meningkatkan partisipasi dan keterlibatan perempuan dalam berbagai kegiatan di 6 wilayah dampingan. Wilayah tersebut yaitu Baturaya dan Serong (CAKAP) serta Giet, Sei Bansi, Kontok, dan Jangat (CKK). 

Kegiatan-kegiatannya: budidaya tanaman karet unggul, tanaman muda organik, pengorganisasi masyarakat melalui KSM, pengelolaan ekonomi rumah tangga, dan sebagainya. Para perempuan disana bersemangat untuk mempelajari pengetahuan dan keterampilan baru agar menjadi lebih produktif. Banyak dari mereka adalah para istri dari kepala keluarga anggota KSM dan ada juga anak-anak mereka yang turut terlibat. 

Meskipun partisipasi perempuan ini belum menjadi budaya lokal, masyarakat tetap mencoba untuk bergerak maju mencoba suatu hal yang baru dan akan memberikan manfaat bagi mereka sendiri. Beberapa ibu yang tergabung dalam KSM di Baturaya menyebutkan bahwa sebelum intervensi pendampingan Caritas, pengelolaan kebun karet cenderung menjadi ranahnya kaum laki-laki.

Dulu pelatihan-pelatihan pengembangan karet lewat program kebun rakyat yang diselenggarakan oleh Dinas Perkebunan cenderung hanya mengundang laki-laki saja. Sekarang, kesempatan itu juga terbuka bagi para perempuan.

Contoh kegiatan-kegiatan yang disebut di atas fokus perhatiannya dimaksudkan untuk membentuk suatu mekanisme yang membuat perempuan untuk berkumpul untuk melakukan aktivitas bersama. Cara yang paling familiar dengan mereka adalah kegiatan-kegiatan seperti yang telah disebut di atas.

Memang hal ini bukanlah sesuatu yang mudah untuk diwujudkan dengan segala bentuk tantangan yang ada di masyarakat, namun jika tidak dimulai dari sekarang, maka semua itu hanya akan menjadi angan-angan belaka. 

 

*Penulis: C. Lora Egaratri – KARINA, Editor: Tim NAC KARINA

 

 

 

 

 

 

 

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta