Pembelajaran tentang Mekanisme MUSRENBANGDES dan Siklus Anggaran Dalam Implementasi UU Desa – Caritas Indonesia – KARINA

Pembelajaran tentang Mekanisme MUSRENBANGDES dan Siklus Anggaran Dalam Implementasi UU Desa

22/09/2015

Gereja diundang untuk hadir dan terlibat dengan pengalaman suka dan duka dunia, kecemasan orang-orang zaman sekarang, terutama kaum miskin dan siapa saja yang menderita (Gaudium et Spes art 1). Upaya ini diwujudkan oleh setiap Gereja seturut konteks dan situasi yang dihadapi dalam situasi kekinian.

Saat ini, Gereja Indonesia berhadapan dengan situasi dan suasana baru setelah terpilihnya Presiden Joko Widodo sebagai Presiden Indonesia ke 7 tahun 2014 lalu. Dengan program Nawa Cita, Presiden Jokowi menggulirkan banyak upaya, salah satunya adalah  pemberdayaan di tingkat basis pedesaan. Ke depan, Desa akan mengolah sumber dayanya sendiri dan mengembangkan potensi-potensi lokal setiap Desa menggunakan dana yang dihibahkan oleh Pemerintah pusat. Pengelolaan potensi Desa secara mandiri oleh Pemerintah Desa setempat ini menjadi kesempatan baik untuk setiap Desa mengoptimalkan sumber daya yang mereka miliki baik itu adalah sumber daya alam maupun potensi manusia yang mereka punya.

Hal ini menjadi kesempatan baik bagi setiap Desa untuk mengidentifikasi permasalahan sosial yang ada di wilayahnya sehingga bisa disikapi dan ditemukan solusinya bersama-sama. Dengan demikian, fungsi dan peran dari Desa untuk mengelola wilayahnya sendiri berdasar UU Desa No. 6 tahun 2014 ini menjadi kesempatan baik bagi Desa sekaligus untuk:

  1. Mengembangkan potensi yang dimiliki oleh Desa dengan BUMDesnya,  untuk menambah APBDes
  2. Membangun Desa mereka dengan kelengkapan saran prasarana infrastruktur
  3. Mengidentifikasi persoalan sosial dan sekaligus solusinya secara bersama-sama dengan mengoptimalkan peran dari setiap warganya
  4. Mengembangkan proses birokrasi yang transparan dan akuntabel demi pelayanan dan peningkatan kesejahteraan warganya. 

Dengan demikian, sangatlah relevan bagi semua lembaga sosial kemasyarakatan untuk turut ambil bagian mensukseskan program Presiden Jokowi. Dalam hal ini, Gereja Indonesia pun merasa terpanggil untuk turut ambil bagian melalui lembaga sosial Gerejanya. Sehingga KARINA Regio Jawa pun hadir untuk berperan serta bersama dengan kader dampingannya untuk turut ambil bagian mendukung upaya pembangunan masyarakat Desa dengan mendorong setiap kadernya untuk turut serta di dalam MUSRENBANGDES. Oleh sebab itu, KARINA Regio Jawa menggagas kegiatan bersama di tingkat Regio untuk belajar bersama tentang MUSRENBANGDES ini.

Kegiatan ini disusun dengan beberapa tujuan yang kesemuanya hendak membawa semua KARINA di Regio Jawa untuk mengenal semakin dalam tentang MUSRENBANGDES dan akhirnya turut berperan serta di dalam MUSRENBANGDES di lokalitas masing-masing.

Tujuan kegiatan adalah:

  1. Menggali nilai strategis dari MUSRENBANGDES yang ada di dalam UU Desa No. 6 tahun 2014
  2. Memahami siklus penganggaran dan perencanaan pembangunan di tingkat Kabupaten dan Propinsi
  3. Membangun pemahaman bersama tentang upaya yang perlu dilakukan agar program lembaga menjadi program di tingkat Desa
  4. Berbagi pengalaman dari setiap KARINA dioses untuk saling memperkaya di dalam proses dinamika kerja sama antara KARINA dengan Pemerintah

Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 21-23 September 2015 di Wisma Pojok Indah, Condongcatur, Sleman, Yogyakarta. Peserta kegiatan ini merupakan para pengambil keputusan pada level Karitas dan atau Komisi PSE Keuskupan di Regio Jawa yakni para Romo Direktur serta para Manager Program dan keuangan. Selain kehadiran narasumber dari IDEA Yogyakarta yang menyajikan Siklus Penganggaran dalam RAPBD Kabupaten dan hubungannya dengan mekanisme MUSRENBANGDES dan implementasi UU Desa, testimoni dari warga dan aparat desa dampingan KARINAKAS di Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi DIY dalam upaya memperjuangkan agenda komunitas difabel di Desa Sampang, Kec. Gedangsari ke dalam mekanisme MUSRENBANGDES menjadi bekal yang bernilai bagi para peserta dalam upaya memperjuangkan kepentingan kelompok rentan dalam kebijakan pembangunan pada level desa.

*Penulis: Rm. A. Banu Pr. – Koordinator Jaringan Karitas Regio Jawa dan Leonardus Depa Dey – KARINA

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta