PAUD Matahari Menyiapkan Generasi Muda yang Bersinar – Caritas Indonesia – KARINA

PAUD Matahari Menyiapkan Generasi Muda yang Bersinar

19/12/2016

Awal Desember 2016, Yayasan KARINA mengikuti kegiatan peresmian PAUD Matahari di Dusun Sumber Tumpeng, Desa Margopatut, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Tim dari KARINA hadir bersama tim dari KARINA Surabaya (KARIYO) dan para fasilitator. Sumber Tumpeng ini adalah komunitas yang pernah didampingi oleh KARIYO pada saat merespon bencana tanah retak tahun 2013. Selain merespon kebutuhan pasca bencana, KARIYO juga memberikan pemahaman dan pelatihan kepada para warga yang tinggal di wilayah rawan bencana untuk dapat mengurangi risiko yang mungkin dialami jika bencana itu datang.

Pada awalnya, sasaran program dari KARIYO adalah memperbaiki saluran air bersih untuk warga dan pengadaan kambing etawa sebagai aset finansial warga di saat bencana tiba-tiba datang. Lalu berdasarkan masukan dari warga, dikembangkanlah program lain yang menyasar pada kegiatan pendidikan untuk anak-anak usia dini. Adalah Ibu Emil Dian Palupi, seorang warga Dusun Sumber Tumpeng yang mempunyai ide untuk membuat sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Ia lahir dan dibesarkan di kota. Namun setelah lulus dari Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, ia memilih untuk mengabdikan hidupnya di Sumber Tumpeng. Ia mempunyai mimpi yang luhur tentang sebuah kesetaraan. Hal yang ia maksud bukan hanya sekadar kesetaraan gender, namun juga kesetaraan kualitas diri dan kualitas hidup masyarakat di Sumber Tumpeng.

Ibu Emil memberikan kalimat sambutan sebelum acara peresmian PAUD Matahari (foto: KARINA).
Ibu Emil memberikan kalimat sambutan sebelum acara peresmian PAUD Matahari (foto: KARINA).

Salah satu cara untuk mencapai kesetaraan tersebut adalah dengan menyediakan sarana dan prasaranan pendidikan yang berkualitas untuk anak-anak usia dini. Wujud dari sarana pendidikan ini adalah sebuah PAUD, yang kemudian diberi nama PAUD Matahari. Karakter seorang anak dibangun sejak masa kanak-kanak melalui pembiasaan dan keteladanan. Anak-anak yang belajar di PAUD ini tidak hanya dibentuk untuk menjadi pribadi yang jujur, bertanggung jawab, toleran dan cinta tanah air saja. Mereka juga dibekali untuk menjadi pribadi dengan karakter yang responsif, tanggap, dan mempunyai kesadaran yang tinggi untuk mengurangi risiko bencana. PAUD ini tidak hanya menjadi tempat bagi anak-anak untuk menemukan potensi dirinya, namun juga membangun kesadaran dan kewaspadaan mereka terhadap bencana di sekitarnya.

Ibu Emil juga menyadari bahwa keberadaan PAUD ini tidak cukup untuk mewujudkan mimpinya di atas. Menyelenggarakan pendidikan di PAUD tidak serta merta membuat anak-anak akan mempunyai kualitas diri yang baik. Sebab mereka hanya akan berada di PAUD sekitar dua sampai tiga jam saja. Sementara sebagian besar hidupnya akan dihabiskan di rumah dan di sekolah. Maka dari itu, ibu sebagai orang yang paling dekat dengan anak-anak perlu menyadari peran penting mereka dalam proses tumbuh kembang seorang anak. Sinergisitas antara PAUD dengan orang tua, khususnya para ibu, akan menjadi pilar penting dalam pendidikan anak usia dini.

img_5021-1
Bu Emil (ketiga dari kanan) berfoto bersama kelompok perempuan dan anak-anak Dusun Sumber Tumpeng (Foto: KARINA).

Tidak dapat dipungkiri bahwa kesehatan dan gizi merupakan hal yang sama pentingnya dengan pendidikan untuk anak usia dini. Sebab kecerdasan seorang anak juga ditentukan oleh asupan gizi dan kesehatannya. Dalam konteks pengurangan risiko bencana, adalah hal yang sangat penting untuk masyarakat, khususnya ibu-ibu, menyiapkan dapur umum sebagai sarana untuk memenuhi makanan yang sehat dan bergizi dalam situasi kebencanaan.

Aspek pendidikan dan kesehatan yang baik ini diharapkan dapat menciptakan kualitas hidup yang baik pula. Maka dari itu, diperlukan kemampuan finansial yang baik dalam rangka mewujudkan kualitas hidup tersebut. Salah satu kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan perekonomian warga Sumber Tumpeng adalah kewirausahaan. Dengan memanfaatkan potensi alam, kelompok perempuan berupaya membangun sebuah usaha bersama yang berjalan beriringan dengan program pendidikan dan kesehatan. Kegiatan ini akan menjadi bukti bahwa kelompok perempuan Sumber Tumpeng dapat membantu mewujudkan perekonomian keluarga yang lebih baik.

Ibu Sri dari Dinas Kehutanan Kab. Nganjuk dan anak-anak PAUD Matahari secara simbolis menanam bibit tanaman cengkeh di kebun milik warga (Foto: KARINA).

Lebih jauh lagi, keberadaan tiga program ini, yaitu pendidikan, kesehatan dan perekonomian, akan mendorong masyarakat, khususnya wanita dan anak-anak, di Sumber Tumpeng menjadi lebih tangguh. Program parenting yang digalakkan oleh Ibu Emil dan kawan-kawan akan bekerjasama dengan Posyandu dan Bina Keluarga Balita (BKB) untuk memberikan penyuluhan kepada keluarga-keluarga dan pelayanan kesehatan dan gizi untuk anak.

Selain peresmian PAUD, ada pula sesi sosialisasi tentang pengurangan risiko bencana oleh Kepala BPBD Propinsi Jawa Timur. Pada akhir kegiatan dilakukan pembagian bibit pohon durian dan cengkeh kepada masyarakat sekitar untuk menanggulangi tanah longsor dan menghijaukan kembali lahan-lahan kritis. (Tulisan di atas disadur dari kalimat pembukaan Ibu Emil sebelum meresmikan PAUD Matahari.) ‚óŹ

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta