OMK MAFITA: Orang Muda dalam Respon Bencana (Bag. 1) – Caritas Indonesia – KARINA

OMK MAFITA: Orang Muda dalam Respon Bencana (Bag. 1)

25/07/2016
(Photo: Danica Coloay)

Matris Filio Dicata (Dipersembahkan dari Sang Bunda untuk Sang Putra). Begitulah tulisan besar yang terpampang pada pintu masuk utama Gereja Paroki Santa Perawan Maria, di Jl. K.H. Wahid Hasyim Purworejo, Jawa Tengah. Kurang lebih sebulan terakhir, sejak tanggal 18 Juni 2016, tempat ini dijadikan pos pelayanan bagi para relawan yang membantu para penyintas bencana tanah longsor di wilayah Purworejo. Di sebuah ruang kosong di samping gedung gereja itu, OMK paroki bersama umat setempat mengelola dan membagikan bantuan untuk para warga terdampak.

Beberapa hari setelah pos pelayanan ini dibuka, tim dari KARINA, Caritas Keuskupan Bandung dan Caritas Keuskupan Purwokerto datang untuk memberikan bala bantuan. Tim kecil ini hadir untuk membantu pelayanan kemanusiaan yang sudah berjalan serta memberikan pendampingan seperti kegiatan psikososial untuk para relawan yang sudah lelah fisik dan psikis, serta pembenahan sistem administrasi dan logistik di pos pelayanan paroki. Meskipun sebagian besar relawan OMK masih bersekolah, namun semangat mereka untuk membantu masyarakat yang mengalami musibah patut diapresiasi. Pastor Paroki, E.A. Wignyo Seputro, MSC dalam sebuah perayaan ekaristi memberikan kesan yang mendalam atas inisiatif orang-orang muda di parokinya dalam merespon bencana tanah longsor ini.

Para relawan yang terdiri orang-orang muda mengatur barang-barang bantuan yang akan dibagikan kepada para penyintas bencana tanah longsor di Purworejo (Foto: Danica Coloay).
Para relawan yang terdiri orang-orang muda mengatur barang-barang bantuan yang akan dibagikan kepada para penyintas bencana tanah longsor di Purworejo (Foto: Danica Coloay).

 

Kejadian bencana ini menjadi pengalaman pertama bagi OMK untuk belajar membuat kajian kebutuhan dan analisisnya, membuat prioritas bantuan dan lokasi yang akan dituju, serta membuat catatan dan pelaporan atas barang-barang bantuan. Kegiatan pelayanan mereka mendapat suntikan darah segar dari Y. Subay (Caritas Bandung) yang memberikan pendampingan untuk urusan manajemen pos pelayanan dan relawan, Aryo Saptoaji dan Leo Depa Dey (KARINA) yang mendampingi urusan komunikasi dan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Purworejo dan Jaringan Humanitarian Forum Indonesia di Purworejo, serta Danica Coloay (Caritas Bandung) yang mendampingi urusan administrasi dan logistik. Selain membagi pengetahuan dan pengalaman dalam respon bencana, tim kecil dari KARINA dan Caritas Keuskupan Bandung ini juga mengajak para relawan untuk tetap memahami kode etik perilaku kemanusiaan dalam memberikan bantuan yang sesuai dengan standar SPHERE.

Proses pelayanan kemanusiaan ini semakin lengkap dengan hadirnya tim dari Caritas Keuskupan Purwokerto yang menyediakan fasilitas kendaraan trail untuk mengakses medan yang sulit, serta bantuan tenaga untuk proses kajian, administrasi dan pelaporan dana-dana bantuan yang masuk dan keluar. Dalam kunjungannya ke pos pelayanan kemanusiaan tersebut, RD Tarcisius Puryatno (Direktur Caritas Keuskupan Purwokerto) menyampaikan kepada para relawan untuk berkarya dalam semangat bela rasa. Romo Puryatno mengajak semua yang bekerja di sini untuk selalu melakukan transparansi atas dana dan kegiatan  pemberian bantuan yang dilakukan oleh Gereja. Beliau menambahkan bahwa maksud dari pendampingan ini adalah supaya kita dapat mempertanggung jawabkan kerja-kerja kemanusiaan kepada para donatur dan penerima manfaat, sesuai dengan SOP Emergency Response Caritas Keuskupan Purwokerto.

Keberadaan tim kecil dari Jaringan Caritas Indonesia dan para OMK menjadi kekuatan yang solid karena mampu beradaptasi dengan cepat dan dapat berkomunikasi dengan baik. Di sisi lain, pihak paroki juga bersikap terbuka dan mau belajar untuk dapat memberikan respon kepada para penyintas dengan baik dan tepat sasaran.

Direktur Caritas Keuskupan Purwokerto, RD Tarcisius Puryatno (berkaos ungu), ketika mengunjungi pos pelayanan kemanusiaan Paroki Purworejo (Foto: Danica Coloay).

 

Keterlibatan KARINA dan Caritas Keuskupan dalam respon di Paroki Santa Perawan Maria Purworejo ini juga untuk menguji SOP Emergency Response yang sudah dibuat oleh Caritas Keuskupan Bandung dan Caritas Keuskupan Purwokerto. Kejadian bencana ini juga menjadi salah satu alasan diaktifkannya sistem roster emergency response yang disepakati bersama pada kegiatan Learning Event ERICA (Emergency Response Institutional Capacity Accompaniment) di Megamendung, Bogor pada bulan Mei 2016 kemarin. Kehadiran teman-teman dari Jaringan Caritas Indonesia yang sudah mempunyai pengalaman dalam respon bencana, cukup memberi dampak yang siginifikan atas pelayanan kemanusiaan yang sedang dijalankan.

Menurut Subay, “pendampingan yang dilakukan ini untuk menjalankan fungsi animasi, fasilitasi, dan koordinasi seperti yang tertuang di dalam SOP Emergency Response. Jadi, bukan bermaksud untuk membentuk OMK menjadi ahli dalam bidang penanganan kebencanaan.” Setidaknya, selama proses pendampingan para relawan memiliki peningkatan kapasitas untuk respon bencana. Mereka tidak lagi hanya diam dan menunggu bantuan, namun menjadi lebih aktif mengumpulkan data warga terdampak, membangun komunikasi dengan para pemangku kepentingan, membuat perencanaan kerja dan membuat refleksi bersama. Sehingga pelayanan yang diberikan dari orang-orang muda ini semakin menemukan nilai kemanusiaan yang utuh dan bermanfaat bagi sesama melalui semangat kasih yang universal. ▪ Kontributor tulisan: Y. Subay & Danica Coloay. Editor: Y. Baskoro

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta