Menyelaraskan Rasa, Nalar, dan Kehendak – Caritas Indonesia – KARINA

Menyelaraskan Rasa, Nalar, dan Kehendak

17/05/2016

Beberapa waktu yang lalu, Forum Caritas Keuskupan Regio Jawa mengadakan kegiatan ‘Spiritual Exercise: Laudato Si’ di Hotel Grand Cepu, Jawa Tengah, pada tanggal 22-24 Februari 2016. Tema yang diambil dari kegiatan ini adalah tentang relasi antara manusia dan bumi sebagai tempat tinggalnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melatih kepekaan rasa, nalar dan kehendak yang dikaruniakan oleh Tuhan kepada manusia sebagai Citra Allah. Hal ini menjadi penting supaya kita sebagai mahluk sosial tidak terjebak dalam rutinitas aktivisme dan melupakan sisi spiritualisme dalam menggeluti perjalanan hidup kita.

Selain dari anggota Regio Jawa, yaitu Caritas Keuskupan Bandung, Caritas Keuskupan Surabaya, Caritas Keuskupan Agung Semarang, Caritas Keuskupan Purwokerto, dan Keuskupan Bogor, kegiatan ini juga diikuti oleh Yayasan PSE Caritas Keuskupan Sibolga yang terlibat dalam Forum Regio Jawa sedari awal.

Proses latihan spiritual ini dibimbing oleh Romo Petrus Sunu Hardiyanto, SJ, Provinsial Jesuit Indonesia. Dalam pendampingannya, Romo Sunu menyampaikan tentangpanduan studi untuk ‘Ensiklik Laudato Si’ secara terarah dan menyenangkan. Panduan studi ini ditawarkan secara khusus kepada Keluarga Fransiskan dan juga kepada semua yang menjadi rekan kerja mereka. Paus Fransiskus secara jelas menyatakan bahwa Santo Fransiskus dari Assisi adalah sumber inspirasinya, baik pada saat merumuskan ensiklik maupun juga untuk tugas-tugas kepausannya.

Pada ensikliknya terdapat catatan awal yaitu, ‘Saya berkeyakinan bahwa Santo Fransiskus adalah contoh unggul dalam melindungi yang rentan dan dalam sebuah ekologi yang integral, yang dihayati dengan gembira dan otentik.‘ Maka dari itu, melalui ‘Laudato Si’ kita diundang untuk mewujud-nyatakan pesan tersebut kepada dunia saat ini, menghayati teladan model kita, Santo Fransiskus, dan mendengar dengan jelas jeritan orang miskin-rentan dan jeritan bumi.

Para peserta  ketika berkunjung ke Wahana Edukasi Konservasi Lingkungan Hidup dan Edukasi Pertanian Terpadu 'Mentul Ijo', di Dusun Mentul, Desa Karang Boyo, Kecamatan Cepu. (Foto: Dokumentasi KARINA)
Para peserta ketika berkunjung ke Wahana Edukasi Konservasi Lingkungan Hidup dan Edukasi Pertanian Terpadu ‘Mentul Ijo’, di Dusun Mentul, Desa Karang Boyo, Kecamatan Cepu. (Foto: Dokumentasi KARINA)

 

Dalam latihan spiritual ini, Romo Sunu mengajak para peserta untuk melihat diri kita sebagai manusia yang mempunyai tiga ‘daya jiwa’, yaitu rasa, nalardan kehendak. Setiap hal yang terjadi dalam hidup memberikan dampak yang langsung menyentuh daya rasa kita. Untuk dapat memahami dan mengendapkan rasa atas permasalahan hidup yang kita hadapi, maka kita mengandalkan daya nalar. Dengan menggunakan nalar, kita dapat memilah hal-hal mana yang mungkin dilakukan dan mana yang tidak. Hasil dari olah batin dan pikir inilah yang kemudian mendorong munculnya daya kehendak yang menggerakkan diri kita untuk melakukan sebuah tindakan. Jika ketiga daya jiwa ini berjalan dengan baik, maka apa yang kita impikan akan terwujud.

Sebagai mahluk sosial, kita diciptakan untuk membantu orang lain mencapai tujuan hidup mereka. Pun, demikian pula sebaliknya. Kita harus memilih mana hal yang perlu dilakukan dan mana yang tidak untuk mencapai tujuan hidup kita. Kunci agar kita dapat bertahan hidup dalam dunia yang rumit dan penuh tantangan ini adalah kesederhanaan. Di tengah-tengah hiruk-pikuk dunia, manusia sebenarnya adalah mahluk yang rapuh. Kesederhanaan dalam menjalani hidup bersama dengan orang lain, hewan dan alam, serta terus memuji, mengabdi, menghormati dan mencintai Allah pada akhirnya menjadi tujuan dari keselamatan jiwa manusia.

Subjudul ‘Ensiklik Laudato Si’ menjelaskan keprihatinan mendasar perawatan Bumi sebagai rumah kita bersama. Manusia, binatang, tumbuhan dan segala mahluk tinggal di satu tempat yang sama untuk saling berbagi kehidupan. Santo Fransiskus dari Assisi berpesan kepada kita, ‘rumah kita bersama bagaikan saudari yang berbagi hidup dengan kita dan bagaikan ibu yang jelita yang menyambut kita dengan tangan terbuka’(#1). ‘Saudari kita saat ini menjerit karena segala kerusakan yang telah kita timpakan padanya, karena tanpa tanggungjawab kita menggunakan dan menyalahgunakan kekayaan yang telah diletakkan Allah di dalamnya. Kita bahkan berpikir bahwa kitalah pemilik dan penguasanya, yang berhak untuk menjarahnya’(#2).

Para peserta retret berfoto bersama di Wahana Edukasi Mentul Ijo. (Foto: Dokumen KARINA)

 

Paus Fransiskus mengatakan bahwa, ‘Dia (Santo Fransiskus) menunjukkan kepada kita hubungan tak terpisahkan antara kepedulian terhadap alam, keadilan bagi kaum miskin, komitmen kepada masyarakat, dan kedamaian batin’(#10). Hubungan antara Bumi sebagai rumah kita bersama dan manusia yang mempunyai daya jiwa rasa, nalar dan kehendak adalah kesadaran manusia untuk peduli terhadap jeritan bumi dan jeritan orang-orang miskin. Daya jiwa tersebut akan memberi pedoman bagi kita untuk mengenali siapa diri kita (identitas) dan apa yang kita lakukan (misi). Sehingga kita dapat terus berbagi kehidupan dengan orang lain, binatang dan alam, serta tidak merusak Bumi sebagai rumah semua mahluk ciptaan Tuhan.

 

Rangkaian proses latihan spiritual ini kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Wahana Edukasi Konservasi Lingkungan Hidup dan Edukasi PertanianTerpadu ‘Mentul Ijo’, di Dusun Mentul, Desa Karang Boyo, Kecamatan Cepu. Wahana ini dikelola oleh Romo Suyitno, Pr., dan kelompok dampingannya. Mereka memberikan pengarahan kepada masyarakat tentang bagaimana caranya memelihara alam yang dianugerahkan Allah bagi kita. Mereka mengajarkan kepada kita untuk tetap produktif dengan cara bertani dan beternak. Dengan terus menjaga kelestarian alam, berarti kita juga menjaga kehidupan semua mahluk hidup dan menyediakan tempat yang baik untuk generasi yang akan datang.

 

Ditulis oleh Suzana H. Latumahina, Editor: NAC KARINA

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta