“Mendagingkan” Kasih dalam Aksi Nyata – Caritas Indonesia – KARINA

“Mendagingkan” Kasih dalam Aksi Nyata

30/09/2016
merauke2

(Lokakarya Pendampingan Kelembagaan Caritas Keuskupan Agung Merauke)

Semangat Kasih

Caritas berarti kasih. Nilai kasih yang dibagikan dalam pelayanan Caritas adalah kasih illahi yang telah diberikan kepada manusia, agar pada gilirannya antar sesama manusia bisa saling berbagi kasih itu. Mengasihi itu cuma-cuma tanpa ada kepentingan atau maksud lain kecuali hanya ingin mengasihi dan melayani sesamanya, terutama kepada mereka yang sedang menderita. “Lembaga amal kasih Gereja Katolik, termasuk di dalamnya Caritas harus melakukan apa yang mungkin” (Ensiklik Deus Caritas Est) bagi mereka yang miskin dan menderita tanpa membedakan suku, ras, agama, aliran politik dan berbagai perbedaan latar belakang lainnya. Sebagai pelayanan cuma-cuma, kegiatan Caritas tidak boleh ada kepentingan lain selain keinginan untuk mengasihi dan melayani kebutuhan sesamanya.

Supaya pelayanan kasih tersebut berjalan efektif, efisien dan dapat dipertanggungjawabkan, maka lembaga Caritas perlu memperhatikan profesionalitas dan vokasionalitas. KARINA, Caritas Indonesia yang diberi mandat untuk menganimasi, mengkoorinasi dan memfasilitasi Caritas-Caritas Keuskupan di Indonesia, melaksanakan berbagai kegiatan animasi dan penguatan kapasitas pengelolaan lembaga maupun program pelayanan di berbagai Keuskupan di Indonesia.

Lokakarya Pendampingan Kelembagaan

Pada tanggal 14-17 September 2016, KARINA memfasilitasi lokakarya pengelolaan lembaga Caritas Keuskupan Agung Merauke yang baru saja dibentuk. Kegiatan bertempat di Biara MSC di kota Merauke, Provinsi Papua. Pertemuan diikuti oleh 42 Perwakilan dari Caritas Merauke,  Dekenat Merauke dan Wendu,  Kevikepan Mappi dan Mumunja, dan 10 Komisi-Komisi Keuskupan (Pengembangan Sosial Ekonomi, Keadilan dan Perdamaian, Pendidikan, Kesehatan, Komunikasi Sosial, Karya Kepausan Indonesia, Kateketik, Keluarga, Kitab Suci, dan Liturgi) yang bekerja di wilayah Keuskupan tersebut. Fasilitator dalam lokakarya ini adalah 3 staff KARINA dibantu oleh 3 staff dan relawan Caritas Keuskupan Agung Merauke. Direktur Caritas Keuskupan Agung Merauke, yang sekaligus sebagai Vikariat Jendral Keuskupan Agung Merauke, P. A. Miller Senduk, SMC ikut hadir mendampingi. Demikian pula Direktur KARINA, P. Adrianus Suyadi, SJ, ikut membawakan materi tentang Ajaran Sosial Gereja dan spirit Caritas. Koordinator fasilitator lokakarya adalah Bapak Donatus Akur, Program Koordinator KARINA, dibantu oleh Theresia Kushardini, Program Officer KARINA.

Dalam lokakarya ini, para peserta diajak untuk mendalami dan menyusun tiga (3) dimensi dasar yang harus ada dalam sebuah lembaga sosial-kemanusiaan gerejawi. Tiga dimensi dasar tersebut adalah (1) spirit atau nilai-nilai yang menjadi dasar pelayanan, (2) struktur lembaga serta (3) konteks dan kebutuhan-kebutuhan masyarakat miskin sebagai subyek pelayanan di wilayahnya.

Sebagai lembaga berbasis iman (Faith Based Organisation), Caritas harus mendasarkan diri pada spiritulitas Kristiani universal, yakni cinta kasih. Untuk menggali spirit dan nilai-nilai ini peserta diajak mempelajari dan merefleksikan Ensiklik Paus Benediktus tentang Deus Caritas Est (Allah adalah Kasih), Motu Proprio tentang Pelayanan Kasih dan Ajaran Sosial Gereja lainnya. Kasih kepada sesama, khususnya kepada mereka yang miskin dan menderita, harus diberikan secara cuma-cuma.

Agar gerakan kasih umat Katolik bisa diwujudnyatakan secara efisien dan efektif, maka perlu ada sebuah lembaga yang dikelola secara profesional dan bisa dipertanggungjawabkan. Untuk itu, tuntutan menejemen minimal lembaga perlu dipenuhi. Struktur lembaga, komposisi personil, sistem dan mekanisme kerja, sumber daya yang dimiliki, rekan kerjasama dan semacamnya perlu disediakan.

Sturktur minimal lembaga Caritas atau lembaga sosial gerejawi lainnya tidak ada artinya, jika lembaga tidak mengetahui konteks persoalan dan mendampingi untuk menyelesaikan masalah yang dihadapai oleh masyarakat miskin yang ada di wilayah pelayanannya. Lembaga tidak dibangun demi lembaganya itu sendiri, melainkan sebagai alat atau sarana untuk menjalankan pelayanan kasih kepada mereka yang membutuhkan, khususnya mereka yang miskin. Oleh sebab itu personel yang terlibat di dalamnya perlu mengetahui konteks persoalan yang dihadapi oleh masyarakat miskin di wilayahnya. Untuk memahami konteks kebutuhan mereka itu, perlu diadakan penyusunan profil masyarakat beserta persoalan-persoalan yang mereka hadapi. Profil dan konteks kehidupan mereka penting diidentifikasikan, agar lembaga bisa menentukan prioritas pelayanan dan pendampingannya.

Sebagai tindak lanjut dari lokakarya ini, para peserta diajak menyusun rencana untuk mengadakan pendataan dan pengumpulan informasi tentang konteks kebutuhan masyarakat miskin di wilayahnya. Langkah selanjutnya adalah lokakarya untuk kajian bersama atas data dan informasi yang telah dikumpulkan dan penyusunan profil masyarakat miskin di wilayah tersebut. Dengan tersedianya profil hasil kajian konteks dan kebutuhan masyarakat miskin tersebut, lembaga-lembaga peserta lokakarya bisa mengembangkan proyek kegiatan pelayanan sosial kemanusiaan. Memberikan pelayanan secara profesional dan berkualitas berarti mempersembahkan yang terbaik untuk Tuhan yang mengejawantah dalam diri saudara/i kita yang membutuhkan! “Doa dalam aksi adalah kasih, kasih dalam aksi adalah pelayanan” (Ibu Teresa dari Calcuta). *** Admin

Foto KARINA

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta