Menangkis Ketakutan untuk Berbicara di Depan Publik – Caritas Indonesia – KARINA

Menangkis Ketakutan untuk Berbicara di Depan Publik

17/07/2017

Berbicara di depan publik itu tidak semudah yang dibayangkan. Sebagian besar orang mempunyai ketakutan untuk melakukannya di depan banyak orang. Sebanyak 75% manusia menderita glossophobia, yaitu ketakutan yang akut untuk berbicara di depan publik. Menurut laman www.glossophobia.com, “Public speaking is considered the greatest fear a person can have, even greater than the fear of death.” Sebegitu momoknya sehingga orang lebih takut untuk berbicara di depan publik daripada menghadapi kematian. Mereka yang menderita glossophobia biasanya akan merasakan jantung yang berdetak semakin kencang, keringat dingin berkucuran, mulut tiba-tiba terkatup, suara melemah dan yang paling parah adalah terdiam membatu seakan-akan semua sendi-sendi di tubuh membeku.

Setelah membaca paragraf di atas, apakah Anda merasa mempunyai ketakutan tersebut? Jangan khawatir, Anda tidak sendirian. Ketakutan untuk berbicara di depan publik dapat diantisipasi dengan beberapa hal seperti berikut ini. Yang pertama perlu dilakukan adalah menyiapkan materi yang akan disampaikan. Berlatihlah untuk menyampaikan materi dengan baik. Lalu cari tahu siapa hadirin yang akan dihadapi. Sampaikan materi dengan bahasa yang sederhana dan dimengerti oleh semua orang. Hindari menggunakan jargon-jargon atau data-data yang justru akan membingungkan para hadirin. Jangan berbicara terlalu cepat, namun penuh semangat supaya para hadirin memahami apa yang Anda bicarakan. Lakukan kontak mata dengan para hadirin untuk membangun hubungan emosional.

Kim Pozniak, Director of Communications Catholic Relief Services (CRS), memberikan materi pelatihan (Foto: KARINA).
Kim Pozniak, Director of Communications Catholic Relief Services (CRS), memberikan materi pelatihan (Foto: KARINA).

Hal-hal di atas disampaikan dalam kegiatan Pelatihan Kepemimpinan untuk Para Direktur Caritas di Asia. Topik-topik pelatihan yang disampaikan adalah Public Relation, Media Relation dan Public Speaking untuk para eksekutif. Maksud dari pelatihan ini adalah untuk membantu para peserta dapat menyiapkan presentasi yang bagus, melatih para peserta untuk menjadi jurubicara yang baik, menyampaikan presentasi dengan cara yang mudah dipahami, dan melakukan wawancara yang baik. Kesemuanya ini ditujukan untuk menampilkan wajah Caritas kepada publik sehingga mereka mau mendukung dan terlibat dalam kegiatan-kegiatan Caritas. Pelatihan ini dilaksanakan di Bangkok, Thailand pada tanggal 15-16 Juni 2017 dan dihadiri oleh para peserta dari Caritas Kyrgyzstan, Tajikistan, Turkmenistan, Thailand, Singapore, Indonesia, China, Timor Leste, Vietnam, Cambodia, dan Taiwan, serta staf sekretariat Caritas Asia.

Pada pelatihan ini juga disampaikan bagaimana cara mengemas kegiatan Caritas untuk keperluan publikasi tanpa menghilangkan nilai-nilai Caritas. Hal ini dimaksudkan untuk mengajak para pembaca atau pemirsa terlibat dan memberikan dukungan pada kegiatan-kegiatan Caritas. Kemasan publikasi dibuat dengan menekankan pada pesan-pesan kunci, seperti identitas Caritas, nilai-nilainya, kegiatannya dan tujuan dari kegiatan tsb. Untuk sampai pada tahapan ini, para peserta diajak untuk berlatih memetakan pesan-pesan kunci di dalam kelompok-kelompok kecil. Masing-masing kelompok kemudian diminta untuk memaparkan hasil diskusi kelompoknya di depan para peserta yang lain.

Salah satu kelompok peserta berlatih menghadapi wawancara dengan reporter dan kamera (Foto: KARINA).
Salah satu kelompok peserta berlatih menghadapi wawancara dengan reporter dan kamera (Foto: KARINA).

Selain itu, para peserta juga dilatih bagaimana caranya menghadapi situasi wawancara dengan jurnalis/reporter. Hal-hal apa saja yang perlu disampaikan dan bagaimana cara mengemukakannya secara efektif dan efisien. Mereka berlatih dan direkam dengan kamera telepon pintar layaknya melakukan wawancara yang sesungguhnya. Sesi wawancara ini menarik sebab tidak semua orang nyaman berbicara di depan orang lain dan mendapatkan sorotan kamera. Alhasil banyak yang merasa canggung, tidak siap dan lupa dengan apa yang akan disampaikannya. Pada bagian akhir, para peserta diajak untuk melihat bagaimana media sosial dapat digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan informasi kepada publik dan sarana untuk melakukan kegiatan advokasi. Pelatihan ini difasilitasi oleh Kim Pozniak, Director of Communications Catholic Relief Services (CRS), dan Jenniver Hardy, Communication and Marketing Manager, CRS Asia. ●YB

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta