Melawan Praktik Perdagangan Manusia dan Kerja Paksa – Caritas Indonesia – KARINA

Melawan Praktik Perdagangan Manusia dan Kerja Paksa

05/06/2015

Pada 3-5 Juni 2015, Caritas Asia mengadakan konferensi ‘Anti Perdagangan Manusia dan Kerja Paksa’ (Anti Human Trafficking and Forced Labour) di Kota Bangkok, Thailand. Kegiatan ini dihadiri oleh 55 utusan Caritas dari negara-negara di Asia Tenggara ditambah Macau, Taiwan, dan Mongolia. Tujuan dari konferensi ini adalah untuk  membahas tentang praktik-praktik nyata dalam mencegah, melawan, dan menghentikan perdagangan manusia dan kerja paksa di negara-negara peserta konferensi. Upaya lanjutan untuk mengadopsi prinsip-prinsip Protokol ILO tahun 2014 ini kemudian diterapkan ke dalam program-program anti perdagangan manusia dan kerja paksa. Pada saat yang sama, implementasi dari protokol ini di negara-negara peserta konferensi juga dikaji efektivitasnya.

Wakil dari Caritas Indonesia (KARINA) adalah Leonardus Depa Dey, Pastor Ignas Ledot, SVD dari TRuK-F, mitra Caritas Keuskupan Maumere dan Pastor Constaninus Fatlolon dari Komisi Keadilan dan Perdamaian Keuskupan Amboina. Mereka turut berbagi pengalaman tentang pendampingan korban dan kegiatan advokasi untuk kasus perdagangan manusia dan kerja paksa di keuskupan masing-masing. Para peserta konferensi menaruh perhatian pada keterlibatan wakil dari Keuskupan Amboina dalam upaya penyelamatan para korban di Benjina, Kepulauan Aru, Maluku. Mereka juga memberi apresiasi kepada Gereja lokal di Maumere yang hadir sebagai kekuatan moral yang kritis untuk mendorong penegakan hukum terhadap kasus perdagangan manusia dan kerja paksa melalui program dan strategi advokasi mereka. 

Selain saling berbagi pengalaman, para peserta konferensi juga menyampaikan testimoni dari para korban perdagangan manusia dan kerja paksa asal Thailand yang dikirim oleh sindikat perdagangan manusia ke Maluku sebagai pekerja kapal ikan dan ke Polandia sebagai pekerja perkebunan buah.

Pada hari kedua, Ms. Marja Paavilainen, Kepala Penasihat Teknis ILO untuk Kerja Paksa di Asia, dan Ms. Olga Zhyvytsya dari Caritas Internationalis mengajak para peserta konferensi untuk semakin memahami isi Protokol 2014 serta relevansinya terhadap kerja-kerja pendampingan dan advokasi. Pengalaman yang dibagikan oleh Caritas Thailand dan Caritas Myanmar terkait advokasi kebijakan perlindungan pekerja kapal ikan melalui keterlibatan aktif bersama pemerintah, khususnya Pemerintah Indonesia dan Keuskupan Amboina dalam kasus Benjina. Hal ini dapat dilihat pada pengawasan terhadap kapal-kapal ikan di pelabuhan dan penguatan kapasitas bagi organisasi pekerja perikanan di wilayah tersebut.

Pada hari ketiga peserta akan terlibat dalam diskusi-diskusi kelompok untuk menemukan titik temu antara prinsip-prinsip dan rekomendasi Protokol ILO 2014 tentang Kerja Paksa dengan elemen-elemen pada program anti perdagangan manusia dan kerja paksa di negara masing-masing. Rencana aksi dan strategi untuk melihat peran koordinasi dan kerjasama antara berbagai pihak dalam upaya implementasi protokol ini akan menjadi poin utama di hari terakhir. Ditulis oleh L. Depa Dey

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta