Lokalatih “Resiliensi” di Jogja – Caritas Indonesia – KARINA

Lokalatih “Resiliensi” di Jogja

05/11/2013

Jakarta, 4 November 2013

Resiko bencana meningkat semakin tajam. Kelompok miskin dan rentanlah yang pada akhirnya menerima dampak paling besar. Banyak ancaman menjadi lebih sering muncul dan lebih sulit diprediksi karena pengaruh perubahan iklim.’[1]

Isu besar pengurangan resiko bencana yang disebutkan di atas menjadi tema pokok lokalatih yang diadakan oleh KARINA Jogja untuk mitra kerjanya di seluruh Indonesia. Hadir dalam kegiatan pada tanggal 21-25 Oktober tersebut perwakilan dari Bina Swadaya Konsultan (BSK), Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP), Trapesia-Primari, Insist dan KARINA. Kegiatan lokalatih yang dilakukan di @HOM Platinum, Gowongan Kidul, Yogyakarta tersebut dibagi ke dalam 2 sesi.

Sesi lokalatih yang pertama dilakukan pada tanggal 21-23 Oktober, untuk memahami kembali konsep Pengurangan Resiko Bencana (PRB), Penanggulangan Bencana (PB) dan ‘Resiliensi’ berdasarkan berbagai pengalaman di tingkat komunitas. Sedangkan sesi kedua dilakukan pada tanggal 24-25 Oktober, untuk melihat strategi advokasi yang mau dilakukan terkait isu ‘Resiliensi’, baik di masing-masing lembaga atau yang akan dilakukan bersama-sama sebagai sebuah jaringan.

Pada sesi pertama, wakil dari KARINA yang hadir adalah Dame Manalu, F. Sundoko dan Y. Baskoro, Rm. Budhi Prayitno, Pr (KARITO), Rm. A. Banu Kurnianto, Pr dan R. Anang Setiyargo (KARINAKAS), Aktivitas Sarumaha (Caritas Keuskupan Sibolga/CKS) dan Margaretha Helena & Yuventius Wangge (Caritas Keuskupan Maumere/CKM). Sementara di sesi kedua, yang hadir dari dari KARINA adalah Aribowo Nugroho, F. Sundoko & Y. Baskoro.

Pada sesi pertama, banyak peserta yang mendapat ‘penyegaran’ dan pengayaan pemahaman tentang cakupan kegiatan PRB dan PB (yang dalam bahasa Inggris disebut Disaster Management). Rusty Binas (Global Advisor on Disaster Risk Reduction untuk Cordaid) membawakan materi dengan cukup lugas dan sederhana. Dia mengajak para peserta untuk kembali memahami makna dasar dari semua cakupan kegiatan di PRB. Dari pemahaman dasar inilah kemudian Rusty membawa para peserta untuk melihat Kerangka Kerja ‘Resiliensi’ dalam konteks Pengurangan Resiko Bencana – Adaptasi Perubahan Iklim – Manajemen Restorai Ekosistem.    

Bagi keluarga Caritas, workshop ini menjadi ajang berbagi pengalaman dengan lembaga lain, khususnya dalam pelaksanaan PRB dan strateginya. Pendekatan PRBOM yang selama ini dianggap ‘kolot’ bisa juga diaplikasikan melalui penelitian dan pembuatan indikator resiko bencana sebelum masuk ke tingkat komunitas. Bagi para praktisi yang banyak bekerja dengan komunitas, mereka memandang perlu adanya perangkat kerja yang sederhana untuk melakukan kajian dan menganalisis resiko bencana yang ada. Workshop ini memberi kesempatan bagi keluarga Caritas maupun jaringan kerja KARINA Jogja untuk mengembangkan perangkat kerja yang sederhana yang bisa digunakan untuk semua kalangan. Dalam setiap akhir sesi, para peserta diajak untuk membuat rencana aksi terkait isu ‘Resiliensi’ baik yang akan dilakukan sendiri oleh masing-masing lembaga, maupun yang akan dilakukan bersama-sama sebagai jaringan kerja.



[1] Jurnal PfR, ‘A New Vision for Community Resilience,’ November 2012.

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta