Lokakarya Fotografi: Bercerita Melalui Foto – Caritas Indonesia – KARINA

Lokakarya Fotografi: Bercerita Melalui Foto

20/04/2015

 


Menemukan foto bercerita itu mudah, dapat kita temui setiap hari di media-media berita. Namun untuk membuatnya tidak mudah. Diperlukan latihan yang terus menerus untuk dapat menghasilkan foto yang dapat menceritakan sebuah kejadian yang layak untuk diabadikan. Sebuah foto yang bagus biasanya menyimpan banyak kisah, yang dengan mudah dapat dipahami oleh orang awam. Foto yang bagus tidak hanya menonjolkan sisi estetika, namun juga sisi berita yang ingin disampaikan oleh seorang fotografer kepada para pemirsanya.

Bagi KARINA yang bergerak pada bidang pelayanan sosial-kemanusiaan, foto juga menjadi dokumentasi penting untuk meliput kegiatan-kegiatan di lapangan, seperti misalnya kegiatan pendampingan komunitas, kegiatan monitoring, kegiatan pelatihan dan lain-lain. Dokumentasi foto tersebut biasanya digunakan untuk kepentingan pelaporan, pembuatan buku atau bahkan bisa juga digunakan sebagai bahan untuk melakukan kegiatan promosi dan advokasi. Untuk itu diperlukan foto-foto yang dapat menampilkan gambar dan mengirimkan pesan (berita) sesuai dengan kegiatan yang dilakukan.

Seturut dengan tujuan di atas, pada tanggal 18-21 Maret 2015 tim Networking-Advocacy-Communication (NAC) KARINA diundang untuk menggelar lokakarya fotografi bersama dengan staf Caritas Keuskupan Ketapang dan staf Caritas Keuskupan Agung Pontianak. Lokakarya ini dilakukan di sela-sela kegiatan monitoring dari KARINA untuk program Community Managed Livelihood Promotion (CMLP) yang dijalankan oleh kedua Caritas Keuskupan tersebut.

Lokakarya untuk teori dasar dan presentasi hasil praktik dilakukan di ruang pertemuan Caritas Keuskupan Agung Pontianak dan Gereja Paroki Samalantan. Sementara untuk kegiatan praktik memotret di luar ruangan dilakukan di Kampung Batu Raya dan Kampung Serong. Selain melakukan praktik memotret pada saat pagi dan siang hari, para peserta juga diajak untuk melakukan praktik memotret pada kondisi minim cahaya (malam hari). Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah belajar sambil mencoba (learning by doing). Maka dari itu kemampuan setiap peserta dalam menggunakan kameranya masing-masing menjadi faktor utama untuk menghasilkan foto yang baik.    

Pelatihan dasar membuat foto bercerita ini dibagi dalam 3 tahap. Tahap pertama adalah untuk mengenali fungsi dasar kamera, memahami dasar-dasar komposisi, mempelajari metode EDFAT (entire, detail, framing, angle, timing) dalam pengambilan gambar, dan bagaimana menyampaikan informasi 5W1H dalam foto yang bercerita. Pada tahap kedua, para peserta diajak untuk melakukan praktik memotret di Gereja Katedral Pontianak pada saat acara pemberkatan gereja. Selain itu, para peserta juga diajak membuat foto yang bercerita di sela-sela kegiatan monitoring di Kampung Batu Raya dan Kampung Serong.

Setelah melakukan praktik memotret di lapangan, pada tahap selanjutnya para peserta diajak untuk memilih foto-foto yang bagus, yang dinilai bisa menampilkan kegiatan di lapangan secara visual. Hasil-hasil dari praktik di lapangan sungguh luar biasa. Sebagian besar peserta sudah memotret foto dengan baik dan terarah. Sebab sebelumnya mereka memotret ‘seadanya’ tanpa memperhatikan aspek-aspek dasar fotografi dalam pembuatan foto bercerita. Foto-foto ini kemudian dilengkapi dengan tulisan dan diolah menjadi sebuah berita dengan menggunakan perangkat lunak yang ada di laptop. Selain memproduksi foto dan tulisan, para peserta juga dikenalkan dengan perangkat lunak sederhana untuk mengedit foto.   

Pada hari terakhir para peserta diajak untuk mendiskusikan hasil praktik foto mereka dan tulisan yang mereka buat. Atas kerja keras mereka selama mengikuti lokakarya, KARINA memberikan kenang-kenangan untuk kategori foto dengan ‘Visual Terbaik’ (dimenangkan oleh Bapak Martin), untuk kategori ‘Progres Terbaik’ (dimenangkan oleh Bapak Adi) dan untuk tulisan dengan kategori ‘Penulisan Terbaik’ (dimenangkan oleh Bapak Ewald). Bruder Kris dan Bapak Jelly mendapatkan kenang-kenangan untuk partisipasinya selama lokakarya tersebut. Pada akhir kegiatan ini Bruder Kris berharap bahwa, ‘KARINA aktif membuat kegiatan semacam ini di keuskupan-keuskupan. Tujuannya untuk semakin mendorong dan memotivasi para fasilitator di keuskupan untuk membuat foto yang bercerita.’ MDK/YB

 

 

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta