Kisah Pedih Keluarga Atep – Caritas Indonesia – KARINA

Kisah Pedih Keluarga Atep

23/10/2012
Karina - Caritas Indonesia

Karina - Caritas IndonesiaMenjelang sinar matahari berpendar di langit timur, hari Rabu (2/9) itu Atep Saepuloh (37) beranjang pergi ke pasar untuk berbelanja keperluan warung baksonya. Seluruh uang yang dipunyai dibelanjakan semuanya. Setelah dari pasar, rencananya Atep harus menyelesaikan pekerjaan membor sumur bersama teman-temannya. Namun Isman Gumila (4) putra keduanya itu merengek ingin ikut ke tempat kerjanya. Namun, Atep baru berangkat kerja pk. 10.00 karena harus membujuk anaknya itu. Ia berangkat kerja dengan berat hati.

Atep Saepuloh bekerja sebagai buruh lepas yang sehari-hari membuat sumur bor. Sedangkan istrinya Neng Komariah (35), saat ini sedang mengandung 7 bulan, sehari-hari berdagang mie bakso untuk membantu menopang ekonomi keluarga.

Kampung Babakan Irigasi siang itu terasa panas, terik matahari membakar daerah yang sering dilalui truk-truk pengangkut sampah Kab. Bandung untuk dibuang ke TPA yang letaknya tidak jauh dari situ. Sekitar pukul satu siang, Neng Komariah dan kedua anaknya itu sedang beristirahat. Ketika sedang beristirahat itu, tiba-tiba terdengar suara dari atas wuwungan rumah kontrakannya itu. Neng Komariah langsung membangunkan kedua anaknya. Ketika sadar dari bangunnya itu, tiba-tiba langit-langit rumah dan seluruh atapnya ambruk menimpa mereka bertiga.

Gempa datang dengan begitu tiba-tiba, beberapa warga yang ada di sekitar lokasi langsung menuju ke rumah Neng Komariah. Warga dengan segera membongkar puing-puing bangunan rumah. Ada yang dengan spontan menggergaji kayu-kayu palang rumah, mengangkat genteng, batu bata, bahkan ada yang dengan menggunakan tangan menggali timbunan reruntuhan bangunan tersebut. Akhirnya warga menemukan Neng Komariah.

Dengan badan masih tertimbun, Neng memberitahukan bahwa kedua anaknya masih tertimbun. Warga segera melakukan penggalian di tempat yang dimaksud. Putri Sulung Atep, Jeni yang duduk di kelas 3 SMP ditemukan dalam keadaan selamat. Setelah melakukan penggalian akhirnya warga berhasil mengangkat tubuh Isman. Neng Komariah menangis dan histeris. Beberapa kali ia pingsan karena mendapatkan anaknya beberapa saat tidak bernafas lagi.

Warga masyarakat kemudian membersihkan mata, wajah, mulut serta memberikan nafas bantuan. Debu, pasir dikeluarkan dari mata dan mulut Isman. Syukurlah, Isman dapat tertolong. Isman Selamat. Setelah agak sadar, Isman lalu bertanya dimana bapaknya dan Geri anak kucing kesayangannya. Warga tidak mau ambil resiko lagi, mereka lalu dibawah ke RS Al Ikhsan Baleendah.

Sekitar pukul delapan malam, Atep Saepuloh pulang dari tempat kerjanya. Ia lalu memarkirkan motor di depan warung bakso depan rumahnya itu. Dalam hati ia bertanya-tanya, ‘Kenapa warung gelap, tidak berjualankah istrinya, kenapa sepi?’ berbagai pertanyaan lain pun bermunculan. Atep lalu berjalan kesamping warungnya itu. Ia pun terkejut bukan kepalang. ‘Kemana rumah saya?, kemana anak dan istriku?’, Atep menjerit. Atep melihat bahwa atap dan wuwungan rumah kontrakkannya itu telah rata dengan tanah. Dalam kebingungannya itu seorang warga menghampirinya dan menceritakan apa yang terjadi. Atep lalu dibonceng menuju rumah sakit tempat anak istrinya berada.

Beruntung, Atep dapat menjumpai keluarganya di rumah sakit dengan keadaan selamat, walau badan mereka mengalami luka memar dan lecet. Atep bersyukur pada Tuhan, meski rumah kontrakkannya telah hancur, namun keluarganya masih selamat. Saat ini anak dan istrinya untuk sementara tinggal di salah satu kenalan. Ketika kami jumpai, Atep masih berada diantara puing-puing rumahnya itu. Atep berusaha membersihkan dan memisahkan bagian-bagian yang sudah hancur dengan bagian-bagian yang masih dapat digunakan lagi. Untuk sementara pekerjaan dan warung baksonya tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya. Ia berharap bisa membuat sebuah gubuk/tenda kecil sehingga dia bisa menginap dan keluarganya dapat berkumpul kembali di tempat itu sambil berjualan bakso.

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta