KEHADIRAN GEREJA BAGI WARGA TERDAMPAK – Caritas Indonesia – KARINA

KEHADIRAN GEREJA BAGI WARGA TERDAMPAK

29/11/2021

 

 

DELAPAN bulan telah berlalu, sejak terjadinya badai akibat Siklon Tropis Seroja pada 3 April 2021 di Nusa Tenggara Timur, Caritas Indonesia bersama jaringannya telah melaksanakan emergency response dan dilanjutkan dengan Program Rehabilitasi-Rekonstruksi di wilayah-wilayah yang terdampak sangat parah. Gereja Katolik Indonesia bergotong royong dalam inisiasi program dan penyediaan dananya. Direktur Eksekutif Caritas Indonesia, Rm. Fredy Rante Taruk, menjelaskan bahwa di sini terlihat kehadiran Gereja yang menunjukkan identitas cinta kasih. “Pendanaan program ini berasal dari dalam negeri. Dari sini, kita bisa merefleksikan, apakah benar Gereja telah hadir dengan hati dan professional?” ujar Romo Fredy pada pertemuan Real Time Evaluation (RTE) 28 November 2021 kemarin.

Pelaksanaan Program Rehab-Rekon di Keuskupan Larantuka mengusung tema “Komunitas yang Berbelarasa, Mandiri dan Tangguh dalam Menghadapi Risiko dan Dampak Bencana.” Rehabilitasi rumah di Adonara dari 39 unit yang telah direncanakan, telah terbangun 5 unit, sisanya sedang dalam proses. Hunian transisi, juga di Adonara, dari 74 unit telah terlaksana 64 unit, sisanya masih dalam proses. Hunian tetap di Lembata, dipastikan akan dibangun 125 unit dan saat ini 1 unit contoh dalam proses penyelesaian.

 

Perayaan Ekaristi bersama Bapa Uskup Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ (Ketua Badan Pengurus Caritas Indonesia), dan RD. Gabriel Unto da Silva (VikJen Keuskupan Larantuka) mengawali rangkaian kegiatan RTE Keuskupan Larantuka. (Foto: Caritas Indonesia)

 

Dalam sektor pendidikan, perlengkapan sekolah untuk tingkat TK dan SD di Lembata telah tersalurkan 50 paket, dan 138 paket untuk Adonara sedang dalam proses pengadaan. Beasiswa tahap pertama telah tersalurkan di tingkat SMP (17 orang), SMA (5 orang) dan Mahasiswa (21 orang). Bantuan operasional juga diberikan kepada para guru honorer di Adonara (88 orang) dan di Lembata (46 orang).

Pelayanan kesehatan tahap 1 dan 2 telah terlaksana di 6 desa, berupa nutrisi 90 hari untuk 158 balita gizi buruk. Pendampingan psikososial di Adonara dan Lembata masih terus berlangsung hingga saat RTE ini berlangsung. Sementara pada sektor Livelihood, pendampingan untuk pemberdayaan ekonomi terus berlangsung pada 15 kelompok tani, 7 kelompok nelayan, 6 kelompok tenun ikat.

Caritas Keuskupan Larantuka juga membantu masyarakat terdampak memperoleh akses layanan air bersih dengan pembangunan 2 bak captering, 4 bak reservoir, 6 tugu kran, dan 16 unit MCK. Saat ini juga sedang berlangsung proses pembangunan 4 sekolah, yakni SD dan TK, masing-masing 1 unit baik di Adonara maupun Lembata, dan juga renovasi 3 kapela dan 1 pastoran.

 

Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ dan Rm. Fredy Rante Taruk bersama sebagian masyarakat penerima manfaat Program Rehabilitasi-Rekonstruksi di Keuskupan Larantuka. (Foto: Caritas Indonesia)

 

Pengembangan kapasitas staf di bidang kebencanaan dan tata kelola organisasi Caritas Larantuka juga terus berlangsung di 3 dekenat. Dalam sektor pengembangan ini, termasuk di dalamnya adalah pengintegrasian tema kebencanaan dalam program pastoral di 51 paroki di Keuskupan Larantuka.

Sungguh, dalam gerakan kemanusiaan ini Gereja, melalui Caritas, hadir dan ada bersama mereka yang terdampak dan menderita. Dan kehadiran Gereja ini harus diwartakan karena banyak orang di belahan dunia lain ingin mengetahui apa yang dilakukan oleh Gereja Indonesia. “Dan dalam RTE ini, yang perlu diapresiasi adalah tidak ada pemilahan antara Caritas Nasional dan Caritas Keuskupan. Ini adalah respon Gereja,” tegas Romo Fredy.

Terus Bekerja Sama

Dalam program kemanusiaan ini, Caritas Indonesia berkoordinasi dengan Caritas di tiga keuskupan yaitu Caritas Keuskupan Atambua, Caritas Keuskupan Larantuka, dan Caritas Keuskupan Weetebula, dan juga dengan pihak-pihak pemerintah setempat, seperti Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur. Sejauh ini, kerja sama berjalan dengan baik. Tercipta proses tukar pikiran atau dialog antara pihak Caritas dan BPBD Flores Timur terkait penanganan respon bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Flores Timur, Alfonsus H Betan menyampaikan penghargaan sebesar-besarnya atas keterlibatan Caritas Keuskupan Larantuka dalam penanganan Sikon Tropis Seroja di wilayahnya. Keterlibatan ini sangat membantu masyarakat terdampak untuk kembali meraih kehidupan mereka.

“Terima kasih Caritas Keuskupan Larantuka atas bantuannya dalam penanganan bencana Siklon Tropis Seroja, juga untuk kerja sama yang terbangun. Saya mengapresiasi atas bantuan yang diberikan bagi para warga terdampak bencana besar ini,” ujar Alfonsus.

Alfonsus menghargai keseluruhan kerja keras Caritas Larantuka dan Caritas Indonesia. Meski begitu, ia juga melihat dalam penanganan bencana ini masih bayak kekurangan termasuk dari lembaga yang dimpimpinnya. Ia melihat RTE ini sebagai waktu untuk evaluasi sekaligus kesempatan untuk meningkatkan program respon bencana. “Kehadiran Tim Caritas Larantuka adalah bukti kehadiran Gereja. Di sini Gereja hadir bersama pemerintah agar selaras dan sejalan,” kata Alfonsus.

Bantuan di sektor pendidikan dirasakan sangat bermanfaat bagi para guru honorer. Alfonsus juga melihat bahwa kehadiran Gereja sungguh nyata pada bidang-bidang infrastruktur, pertanian, dan penghidupan lainnya. Ia menyampaikan, bahwa program ini bahkan diapresiasi oleh pihak Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta