Keberagaman, Kekayaan Keluarga Caritas – Caritas Indonesia – KARINA

Keberagaman, Kekayaan Keluarga Caritas

22/11/2017
(Photo: Caritas Singapore)
(Photo: Caritas Singapore)

Ada yang unik dalam pertemuan evaluasi yang diadakan oleh Caritas Internationalis di Singapura beberapa waktu yang lalu, 8-10 November 2017. Yang pertama adalah variasi usia dari para peserta yang hadir. Sebanyak 30 orang peserta dari sekurangnya 19 negara adalah para staf yang ditunjuk sebagai koordinator dan asesor di lembaga Caritasnya masing-masing. Ada peserta yang baru bekerja sebagai staf Caritas selama kurang lebih 1 tahun dan ada yang sudah bekerja sebagai staf Caritas selama 30 tahun! Dari total jumlah peserta yang hadir, sebanyak 13 orang adalah perempuan dan sisanya laki-laki. Yang kedua adalah lokasi tempat pertemuan yang berjarak 5 menit dari Kantor Caritas Singapore dan diapit oleh Gereja Katedral Gembala Baik dan Gereja Santo Petrus dan Paulus.

Pertemuan ini adalah evaluasi yang pertama kali diadakan untuk proses CIMS (Caritas Internationalis Management Standar). Caritas Singapore menjadi tuan rumah atas kegiatan ini yang bekerjasama dengan Caritas Internationalis. Para peserta yang hadir berasal dari Caritas: Aotearoa-New Zealand, Bangladesh, Bosnia-Herzegovina, Cyprus, Georgia, India, Indonesia (KARINA), Iran, Jepang, Kenya, Lesotho, Luxemburg, Philippines, Spanyol, Samoa, Ukraina, Uganda, Thailand, Singapore, Zambia, perwakilan HQ CRS dan CRS India, dan perwakilan CI. Fasilitator untuk kegiatan ini adalah Birgit de Clerck dan Nancy Jaspers dari Camino Consultant. Dari 165 anggota Caritas, baru 95 lembaga Caritas yang melaksanakan CIMS. KARINA adalah satu dari 5 lembaga yang sudah melaksanakan proses CIMS sampai pada tahap akhir (improvement plan).

Gereja Katedral Gembala Baik yang nampak dari seberang tempat pertemuan (Foto: KARINA).

 

Para peserta mendengarkan arahan dari fasilitator pertemuan (Foto: KARINA).

Tahun 2016 adalah tonggak sejarah untuk KARINA dalam meningkatkan pelayanan kemanusiaan yang efektif dan efisien. Pada tahun itu KARINA bersama lembaga Caritas di Regio Asia dan Mona mengikuti pelatihan Caritas Internationalis Management Standard (CIMS). Pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas lembaga-lembaga Caritas dalah hal manajemen kelembagaannya. Outputnya adalah adanya instrumen-instrumen yang membantu lembaga Caritas melakukan pelayanan kepada orang-orang yang miskin, kecil, tertindas dan disingkirkan supaya menjadi lebih efektif, efisien dan bermartabat. Adapun instrumen standar yang harus dimiliki oleh lembaga Caritas, yaitu Laws & Ethical Codes, Governance & Organization, Finance & Accountability, dan Stakeholder Involvement.

Pelayanan kemanusiaan diselenggarakan bukan hanya karena niat baik saja, namun juga disertai dengan pengelolaan lembaga dan sumberdaya manusia yang mumpuni. Pada bulan April tahun 2017, KARINA mendapat kesempatan untuk melakukan kajian bersama asesor eksternal yang ditunjuk oleh CI, yaitu Ms. Jeanie Curriano dari Caritas Phillipines-NASSA. Kajian eksternal tersebut menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang kemudian digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam meyusun Operational Plan dari Streatgic Plan KARINA 2018-2022.

Proses diskusi kelompok dalam evaluasi CIMS (Foto: KARINA).

Selama proses evaluasi ini, penulis intens mengikuti diskusi tentang pelaksanaan CIMS di tingkat keuskupan dan keberlanjutan hasil CIMS, khususnya untuk pengembangan kapasitas lembaga. Kedua hal tersebut dirasakan sebagai isu yang paling dekat dan realistis dalam jaringan Caritas di Indonesia. Evaluasi tersebut memunculkan berbagai macam rekomendasi “how to” yang sesuai dengan konteks di Regio Caritas masing-masing. Konteks keberagaman ini yang menjadi kekayaan Keluarga Caritas dalam hal pengelolaan lembaga dan pelayanan kemanusiaan yang menjadi mandat utamanya.

Dari hasil evaluasi ini, ada beberapa masukan dari para peserta tentang proses CIMS. Yang pertama dan paling umum adalah bagaimana menyederhanakan perangkat kajian mandiri sehingga dapat digunakan dengan bahasa lokal, khususnya di tingkat keuskupan. Yang kedua adalah bagaimana mendokumentasikan proses CIMS sehingga dapat membagikan praktik baik dan tidak baik kepada orang lain. Yang ketiga adalah bagaimana membagikan dokumentasi praktik-praktik tersebut kepada anggota Caritas yang lain, khususnya melalui media komunikasi Baobab. Yang terakhir adalah bagaimana berbagi sumber daya antar lembaga Caritas untuk upaya-upaya pengembangan kapasitas kelembagaan setelah proses kajian CIMS selesai. Rencananya, proses CIMS ini akan ditinjau secara rutin setiap empat tahun sekali. Sehingga perbaikan yang dilakukan tidak hanya berhenti pada pengembangan kapasitas lembaga, namun juga kualitas pelayanan bagi mereka yang miskin, menderita, dan tersingkir. ● YB

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta