Kasih yang Memberdayakan – Caritas Indonesia – KARINA

Kasih yang Memberdayakan

11/08/2015

Suara ramai anak-anak langsung terdengar setibanya kami di Wisma ALMA yang terletak di Jalan Diponegoro, Miga, Gunung Sitoli. Tampak sebagian dari anak-anak tersebut sedang berkumpul untuk belajar menulis maupun mengerjakan kerajinan tangan dari manik-manik. Yang lainnya terlihat bermain di sekitar ruang depan Wisma tersebut. Kakak-kakak pendamping pun terlihat bersama mereka.

Wisma Asosiasi Lembaga Misionaris Awam (ALMA) awalnya didirikan di Malang pada tahun 1960 oleh Pastor Paul Janssen, CM. Wisma ini menangani Anak-anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dari yang berketerbatasan fisik maupun mental dan juga anak-anak yang ditelantarkan. Wisma ini banyak tersebar di Indonesia. Di Nias sendiri, anak-anak yang ditangani berjumlah 39 anak. Pengelolanya terdiri dari 3 orang suster dan 7 orang relawan (kakak pendamping) setempat.

Penanganan anak-anak tersebut dibedakan berdasarkan kebutuhan khusus yang dimiliki. Bagi mereka yang mampu bersekolah di sekolah umum maka akan tetap disekolahkan di sekolah umum. Namun bagi mereka yang berkebutuhan khusus, kegiatannya akan dibedakan berdasarkan keterbatasan si anak. Pelayanan yang dilakukan oleh para pengelola Wisma ALMA ini tidak terbatas dilakukan di Wisma itu saja. Namun mereka juga melakukan pelayanan ke rumah-rumah. Pelayanan tersebut terjadwal 2 kali seminggu.

Sr. Anastasia, salah seorang pendamping, mengatakan bahwa dalam melayani anak-anak tersebut, sebagai manusia, kadang muncul rasa lelah dan jenuh. Namun melihat anak-anak tersebut bersemangat dalam menjalani kegiatan demi kegiatan menumbuhkan semangat dan inspirasi. ‘Ah, anak seperti ini saja bisa kenapa saya tidak bisa,’ kata Sr. Anastasia. Berkaca pada bahwa anak-anak berkebutuhan khusus tersebut seringkali dianggap menjadi aib bagi keluarganya, para pendamping di Wisma ALMA melihat bahwa dibalik segala kekurangan yang dimiliki si anak, mereka memiliki sesuatu yang bisa dikembangkan. Ketika si anak memiliki bakat melukis maka ia akan didorong dengan kegiatan dan fasilitas untuk mengembangkan bakatnya tersebut. Demikian juga ketika si anak memiliki bakat musik.

Inilah yang dilihat para pendamping di Wisma ALMA, bahwa anak-anak berkebutuhan khusus ini bukan untuk ditelantarkan namun dimotivasi dan diarahkan agar semakin berdaya dengan lebih melihat pada kelebihan yang dimiliki si anak daripada kekurangannya. Harapannya adalah anak-anak tersebut kemudian mampu untuk mandiri.

Kemauan untuk melihat kelebihan di dalam kekurangan inilah yang harus terus ditumbuhkan pada diri kita. Pada sebuah kesempatan, Bpk. Frans Esensiator, Deputy Director dari Caritas PSE Keuskupan Sibolga, menyampaikan bahwa ada sekitar 300 anak berkebutuhan khusus yang ada di Gunung Sitoli. Banyak dari mereka yang diperlakukan dengan tidak semestinya, misalnya dikurung terpisah dari rumah. Ketika para suster ALMA berkunjung, si anak dikeluarkan, ditempatkan di rumah namun ketika para suster pulang, anak tersebut kembali dikurung. Pertanyaannya adalah apakah kita punya cukup kasih dan kerendahan hati untuk mau melihat lebih pada kelebihan seseorang daripada segala kekurangannya? ■  MDK

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta