Finalisasi Rencana Aksi Penanggulangan Bencana di Sikka – Caritas Indonesia – KARINA

Finalisasi Rencana Aksi Penanggulangan Bencana di Sikka

30/07/2018
DSC01847-1

Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki indeks risiko bencana tinggi. Data indeks risiko bencana Indonesia tahun 2013 menunjukkan bahwa Kabupaten Sikka secara nasional berada pada nilai 201 (risiko tinggi) dan menempati urutan ke-59 di Indonesia. Sedangkan untuk tingkat provinsi, Kabupaten Sikka menempati urutan pertama untuk indeks risiko bencana dibandingkan dengan kabupaten yang lain di Provinsi NTT.

Selama periode 2013-2017, telah terjadi beberapa bencana di Kabupaten Sikka, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, abrasi, dan letusan gunung api. Berbagai macam kejadian bencana tersebut juga berdampak pada peningkatan ancaman dan kerentanan masyarakat di Kabupaten Sikka. Pada bulan April 2018, bekerjasama dengan Yayasan KARINA, Pemerintah Kabupaten Sikka telah melakukan identifikasi data terbaru untuk pembaharuan indeks risiko bencananya.

Untuk itulah, Yayasan KARINA melalui Caritas-PSE Keuskupan Maumere (CKM) bersama dengan BPBD dan dinas-dinas terkait mengadakan diskusi tentang “Finalisasi Kajian Risiko Bencana dan Rencana Aksi Penanggulangan Bencana Kabupaten Sikka”, pada tanggal 23-24 Juli 2018, di Maumere.

“Inisiatif yang dilakukan KARINA ini sangat bermanfaat untuk kami karena melihat apa yang sedang kami butuhkan saat ini. Apalagi saat ini ada peluang karena masa transisi bupati, sehingga perubahan RPB (rencana penanggulangan bencana) periode sebelumnya (2013-2017) dapat masuk ke RPJMD periode yang sekarang (2018-2023),” jelas Conshita Huberta Dhiu, ST, selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sikka.

Conshita sedang menjelaskan tentang peta risiko bencana di Kabupaten Sikka. (Foto: Istimewa).
Ibu Conshita sedang menjelaskan tentang peta risiko bencana di Kabupaten Sikka. (Foto: Arfiana Khairunnisa).

Dalam paparannya, Conshita menerangkan ada 7 prioritas, 71 indikator dan 284 pertanyaan kunci kota tangguh bencana untuk Kabupaten Sikka. Ketujuh prioritas tersebut adalah; 1. Penguatan kebijakan dan kelembagaan, 2. Pengkajian risiko dan perencanaan terpadu, 3. Pengembangan sistem informasi, diklat dan logistik, 4. Penanganan tematik kawasan rawan bencana, 5. Peningkatan efektivitas pencegahan dan mitigasi bencana, 6. Penguatan kesiapsiagaan dan penanganan darurat bencana, dan 7. Pengembangan sistem pemulihan bencana.

Kabupaten Sikka sendiri mempunyai 10 tipe ancaman, yaitu erupsi gunung api, gempa bumi, tsunami, banjir, longsor, abrasi/gelombang pasang, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, cuaca ekstrim (misalnya angin puting beliung), epidemi dan wabah penyakit.

“Dengan adanya rencana aksi periode 2012-2017, capaian kota untuk indeks risikonya adalah 0,58. Artinya sudah banyak yang dilakukan, misalnya adanya desa tangguh, jalur evakuasi dan sebagainya. Dari aksi ini sudah dapat ditekan jumlah korban jiwa akibat bencana tersebut,” lanjut Conshita.

Untuk periode 2018-2023, beberapa hal harus disesuaikan dengan kondisi saat ini. Conshita mengungkapkan, pada April 2018 lalu, bencana di Kabupaten Sikka lebih banyak akibat perubahan hidrologis yang disebabkan degradasi daerah aliran sungai (DAS), sehingga berdampak pada kekeringan.

Para peserta melakukan diskusi kelompok (Foto: Istimewa).
Para peserta melakukan diskusi kelompok (Foto: Arfiana Khairunnisa).

Ia berharap jika Oktober 2018 nanti sudah ada finalisasi kajian risiko dan rencana penanggulangan bencana Kabupaten Sikka periode 2018-2023. Dengan adanya diskusi ini diharapkan pertemuan dari berbagai dinas terkait seperti Dinas Kelautan, BASARNAS, Palang Merah Indonesia, dan BMKG dapat mencapai kesepakatan dalam menentukan risiko tinggi untuk setiap jenis bencana di Kabupaten Sikka dan prioritas rencana aksi penanggulangan bencana sesuai dengan 7 prioritas Kota Tangguh di Kabupaten Sikka untuk periode 2018-2023.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari program “Partners for Resilience-Strategic Partnership (PfR-SP)” untuk mendukung pencapaian rencana pembangunan daerah yang mengarusutamakan pengurangan risiko bencana, adaptasi perubahan iklim, dan pengelolaan ekosistem. ● Arfiana Khairunnisa

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta