“Feature” itu Melegakan! – Caritas Indonesia – KARINA

“Feature” itu Melegakan!

31/01/2017
IMG_5140-1

“Membaca feature itu seperti menemukan oase di padang gurun. Melegakan!”. Demikian yang disampaikan oleh A.A. Kunto A., seorang penulis dan trainer, kepada para peserta Pelatihan Menulis untuk Staf Yayasan KARINA. Tujuan diadakannya pelatihan ini adalah untuk melatih staf Yayasan KARINA lebih kreatif dalam menulis. Hampir setiap saat mereka membuat tulisan dalam bentuk laporan program. Tulisan-tulisan yang telah dibuat terasa kering karena hanya melaporkan kegiatan, tanpa ada sentuhan “sisi kemanusiaannya”. Format baku dari sebuah laporan tidak memberi ruang yang cukup bagi para staf untuk mengembangkan ide-ide kreatifnya berdasarkan pengalaman yang dirasakaan di lapangan.

Pelatihan ini menjadi penting karena narasumber mengajak para peserta untuk merefleksikan kembali relasi antar manusia yang dilakukan oleh KARINA dalam program-programnya. Para peserta mencoba untuk menceritakan relasi antar manusia dalam kisah-kisah yang unik, menyentuh dan menggetarkan. Melalui feature atau berita kisah, kita bisa melihat sisi lain yang unik dari sebuah program yang dijalankan oleh komunitas dampingan. Kedekatan kita dengan para penerima manfaat dan kepekaan kita dalam melihat situasi menjadi modal utama dalam mengumpulkan kisah-kisah di lapangan. Sisi kemanusiaan inilah yang membuat sebuah tulisan menjadi lebih berwarna dan hidup.

A.A. Kunto A. sedang menjelaskan tentang maksud dari tulisan berita kisah/feature (Foto. Dok. KARINA)
A.A. Kunto A. sedang menjelaskan tentang maksud dari tulisan berita kisah/feature (Foto. Dok. KARINA)

Mas Kunto menjelaskan, “berita di koran itu selalu aktual dan baru. Sedangkan berita kisah tidak harus baru, namun faktual.” Maksudnya adalah bahwa kita bisa memunculkan kisah-kisah yang unik dari berbagai peristiwa yang telah lewat dan tidak harus berkaitan dengan trend berita yang sedang terjadi. Sama seperti membuat berita, kita juga perlu melakukan verifikasi atas informasi yang mau ditulis pada berita kisah. Prinsip dari berita kisah ini adalah ringan dan melegakan. Berita kisah adalah fakta yang disampaikan dalam gaya bercerita yang “nyastra”. Informasi disampaikan secara rinci dan nyata dengan gaya bahasa yang cair, personal dan hidup.

Selain memberikan materi pada hari pertama, narasumber juga mengajak para peserta untuk melakukan observasi lapangan pada hari kedua. Selama kegiatan ini para peserta diminta untuk melakukan wawancara sebagai bahan tulisan berita kisah. Adapun tema tulisan yang dibuat adalah tentang pengurangan resiko bencana, adaptasi lingkungan, ketangguhan dan keberlanjutan, serta perlindungan anak. Hasil tulisan para peserta kemudian dipaparkan untuk mendapatkan komentar dari narasumber dan para peserta sendiri. Pada hari terakhir pelatihan, para peserta diajak untuk membuat feature dari tulisan-tulisan yang pernah muncul di website www.karina.or.id.

Donatus Akur, staf Yayasan KARINA (kiri) sedang melakukan wawancara dengan salah satu petugas Pasukan Oranye di Matraman (Foto: Eva/Dok. KARINA).
Donatus Akur, staf Yayasan KARINA (kiri) sedang melakukan wawancara dengan salah satu petugas Pasukan Oranye di Matraman (Foto: Eva/Dok. KARINA).
Para peserta berfoto bersama narasumber di akhir sesi pelatihan (Foto. Dok. KARINA).
Para peserta berfoto bersama narasumber di akhir sesi pelatihan (Foto. Dok. KARINA).

Secara keseluruhan, pelatihan menulis ini mendapatkan tanggapan yang positif dari para peserta. Mereka yang tidak punya latar belakang menulis sebelumnya, pada akhirnya mendapatkan pengetahuan baru. “Sebagai orang keuangan, pelatihan ini mengajak kita untuk menggali potensi dan berkreasi dalam menulis,” ujar Bu Naomi sesaat setelah selesai pelatihan. Bu Eva menyampaikan, “terus terang saya merasa fresh. Sepertinya baru kali ini trainingnya nggak buat stres ya? Asyik… sepertinya saya sudah mulai bisa menulis, sebab saya sangat sulit menulis.”

Lain halnya dengan Aryo yang bertugas di bidang tanggap darurat, ia merasa bahwa dengan pelatihan ini ia bisa melihat sebuah subyek dengan sudut pandang yang berbeda-beda. “Saya pribadi merasa KARINA itu punya potensi mempublikasikan cerita yang menjual di website dan media sosial lainnya. Walaupun ditulis dengan sederhana, namun berita kisah bisa mengenyangkan para pembaca,” katanya. Pelatihan ini diselenggarakan pada tanggal 25-27 Januari 2017 di ruang pertemuan lantai 3, di Gedung Yayasan KARINA. Selain para staf, pelatihan ini juga diikuti oleh Direktur Eksekutif dan Wakil Pengurus Yayasan KARINA. ● YB

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta