Desa Wisata Beku yang Aksesibel – Caritas Indonesia – KARINA

Desa Wisata Beku yang Aksesibel

18/10/2017
22519184_10203636905640543_4634496497084403612_n-1

Program Peduli yang dijalankan selama satu tahun oleh KARINAKAS bekerjasama dengan TAF dan Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan telah usai dan paripurna. Salah satu hasilnya adalah menjadikan Desa Beku di Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah sebagai Desa Inklusi. Bermodal Perdes Desa Inklusi, desa tersebut memberdayakan anggota masyarakat difabel dalam kelompok-kelompok mandiri (self help group/SHG), memperkuat Tim Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) Desa yang sudah, menginisiasi Inklusi Centre, mendirikan koperasi inklusi, hingga mendukung terwujudnya Kecamatan Inklusi. Semua organ yang terkait dengan difabilitas telah di-SK-kan oleh Pemerintah Desa Beku. Sehingga mereka mempunyai legal standing untuk menganggarkan kegiatan-kegiatan dalam anggaran desa

Sarana flying fox yang disediakan di Desa Wisata Beku (Foto: Pramono Murdoko).
Sarana flying fox yang disediakan di Desa Wisata Beku (Foto: Pramono Murdoko).

Babak baru telah dimulai dengan mendirikan Desa Wisata yang inklusif dan aksesible. Dengan harapan semua orang bisa berwisata di sana, tidak terkecuali difabel dan lansia sekalipun. Aksesibilitas direncanakan sebaik mungkin untuk siapa saja dengan maksud untuk memberi sarana yang mendukung bagi para pengunjung untuk dapat menikmati suasana alam dan bergembira bersama. Aliran Sungai Wonggo dan saluran irigasi Kapilaler menjadi primadona desa wisata yang diberi nama BaBe (Banyu Beku). Sarana permainan yang dapat dinikmati di sepanjang aliran sungai itu adalah river tubing, river trekking, dan river boating. Selain itu juga ada permainan flying fox dengan panorama yang cantik di sekitarnya.

Yang membedakan antara Desa Wisata Beku dengan desa wisata lain adalah bahwa SHG dan difabel terlibat aktif dalam pengelolaan tempat wisata tersebut. Selain terlibat dalam penyediaan makanan dan minuman untuk para pengunjung, mereka juga memamerkan berbagai macam kerajinan hasil karya para difabel. Secara resmi, launching tempat wisata baru ini akan dilaksanakan tanggal 9 Nopember mendatang. Namun dari saat ini, tempa wisata di wilayah Klaten ini sudah mulai ramai dimanfaatkan untuk kegiatan rekreasi, out bond, dll. Mari kita ajak rekan dan saudara kita untuk berwisata bersama di Desa Wisata Aksesible Beku. Salam BELARASA! (Pram).

 

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta