Daun Kentut dan Keakraban – Caritas Indonesia – KARINA

Daun Kentut dan Keakraban

23/10/2012
Karina - Caritas Indonesia

Karina - Caritas IndonesiaPada hari ketiga melakukan immersion tanggal 17 Mei 2012 di Komunitas Sei Bansi, saya  melakukan pendekatan pengkajian Belajar Mandiri (BM)di rumah salah satu tokoh kunci, beliau bernama Pak Ongkon. Saya ketemu beliau siang hari sekitar pukul 13.00 saat orang kampong pulang dari menoreh. Ternyata setibanya saya ke rumah seorang kakek yang sering dipanggil kek Sengkalang dalam kesehariannya tidak menoreh tapi sedang istirahat tidur, karena capek sudah beberapa hari menghadiri 2 event acara pernikahan adat di komunitas tempat tinggalnya.

Dengan gaya khas penduduk setempat saya mengucap salam ‘ ooonya ngoto deh mai?’, yang artinya asalamualaikum. Terdengar suara serak-serak basah membalas salam saya dari sebuah bilik kecil  ‘deeh sih kae?’, katanya. Si pandai besi ini keluar dari biliknya menyambut kedatangan saya dengan senyum walaupun wajah agak kusam dan ngantuk. Kami pun duduk bersama di ruang tamu sembari kakek saudara ipar Kepala Adat Mengkaka ini meminta istrinya buatkan kopi untuk kami.

Selesai bicara basa-basi dengan bapak tuan rumah terdengar suara ‘najak am iyo duok’ dari seorang ibu dari dapur. Kata-kata barusan tidak asing lagi saya mendengarnya karena saya fasih bahasa mereka yang artinya mengajak makan siang. Sebenarnya saya sudah makan siang sebelum ke tempat seorang kakek 5 cucu ini, karena selain hormat menghargai tawaran makan, di Komunitas Sei Bansi ini masih kental budaya adat pamalik menolak rezeki. Saya masuk dan melihat sudah tersedia makanan di atas omak pandan (permadani terbuat dari anyaman daun pandan) di atas lantai papan. Di antara 5 jenis menu lokal yang terhidang, saya tertarik melihat daun lalapan berbagai jenis (daun kentut, sabi koling, daun kopi muda, daun leban muda). Dari semua jenis lalapan tadi daun kentutlah yang agak ganda manfaatnya dan berciri khas tersendiri. Aroma menu lokal ini memang berbau kentut ketika dilalap/dikunyah, namun ada rasa gurih sedikit dan enak juga menambah nafsu makan kalau dicoleki dengan Tempoyak Cabai (menu lokal terbuat dari bahan isi durian yang dipegmentasikan). Tumbuhan langka ini juga berfungsi juga sebagai obat tolak angin bila terserang perut kembung. Cara mengkonsumsinya adalah daun ramuan ini diminum pada saat hangat kuku setelah direbus secukupnya.

Pada saat saya mengobrol selama kurang lebih  satu jam setengah di dapur,  ternyata tanpa saya sadari sudah dikelilingi kaum ibu dan anak-anaknya sekitar belasan orang ikut nyemplung bersenda gurau bersama kami. Mereka berebutan menceriterakan soal puluhan jenis lalapan, ramuan obat seperti daun akar di hutan. Bahkan ada yang menjanjikan keesokan harinya sepulang menderes mengajak berkeliling disekitar pondoknya di hutan untuk mencari daun lalapan dan ramuan obat dedaunan yang ia ketahui. Hasilnya beberapa sumber jenis kearifan lokal ini sebagian saya tanam di polibag untuk dikembangkan menjadi apotik hidup di rumah. Melalui diskusi tentang daun kentut alias daun lalap dan obat tradisional ini belasan orang penduduk asli di dapur tadi sangatlah akrab. Mereka respek dan respon positif dengan kehadiran saya di tengah mereka.

Diskusinya hidup malah salah satu ibu sedang menyusui anaknya menawarkan ketempat mereka untuk makan malam, karena masih ada persediaan lauk dan sayur daging babi setelah pesta adat pernikahan anaknya. Ada pembelajaran yang saya dapatkan dari hasil pengkajian ini, bahwa warga Sei Bansi ini sangat merasa bangga bila identitas kearifan lokal mereka diketahui oleh orang luar. Saya juga merasa dihargai ketika ingin mengetahui pengetahuan lokal mereka.

*Penulis adalah Field Officer Program CMLP – Caritas Keuskupan Ketapang

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta