CB4ER: Bukan Sebatas Pelatihan – Caritas Indonesia – KARINA

CB4ER: Bukan Sebatas Pelatihan

23/10/2012
Karina - Caritas Indonesia

Karina - Caritas IndonesiaTernyata banyak ya yang sudah kami lakukan,’ ujar Romo Darwanto Pr dalam pertemuan Karina, CRS Indonesia (CRS-ID), dan Caritas Bandung pada Kamis, 29 Maret 2012 lalu, Romo Darwanto tertegun ketika Karina dan CRS-ID memaparkan hasil pemantauan Caritas Bandung dalam proyek peningkatan kapasitas untuk tanggap darurat.

Caritas Bandung, bersama dengan sembilan Caritas Keuskupan lain; Caritas PSE Keuskupan Medan, Caritas Tanjung Karang di Sumatera, Caritas Bandung, Karina Surabaya, Karina Keuskupan Samarinda, Caritas Makassar, Caritas Ruteng, Delsos Larantuka, Karina Jayapura dan TPW Manokwari-Sorong, adalah peserta proyek peningkatan kapasitas untuk tanggap darurat (CB4ER). Peserta proyek tersebar dari Sumatera hingga Papua, khususnya di daerah-daerah yang rentan bencana.

Dalam CB4ER ini, Karina bekerjasama dengan CRS-ID untuk memberikan pelatihan, lokakarya dan pendampingan kepada Caritas Keuskupan dan mitra kerja Caritas Keuskupan agar kualitas tanggap darurat meningkat. Mitra kerja? Ya, Caritas Keuskupan diajak untuk bermitra dan melibatkan Dinas Sosial, BPBD, dan LSM setempat dalam proyek ini. Hal ini didasari pada pengertian bahwa kita tidak mungkin melakukan semuanya sendirian.

Pelatihan Plus Plus
Dilihat dari tujuannya, sebagian besar kegiatan proyek adalah pelatihan dan lokakarya. Di tahap pertama (Februari – September 2011), Karina dan CRS-ID memberikan Pelatihan Sphere, Pelatihan Kajian Kebutuhan dalam Tanggap Darurat, dan Pelatihan Keuangan Masa Tanggap Darurat. Serangkaian pelatihan juga telah menanti di tahap kedua (Oktober 2011 – September 2012), yaitu Pelatihan Perancangan Proyek Tanggap Darurat, Monitoring dan Evaluasi dalam Program Tanggap Darurat, Logistik; ditambah lokakarya Prosedur Standar Operasi dan Simulasi Tanggap Darurat.

Kok hanya pelatihan-pelatihan? Pelatihan merupakan langkah pertama untuk menambah informasi dan keterampilan. Langkah selanjutnya adalah aksi tindak lanjut yang harus dilakukan oleh para peserta kegiatan. Aksi tindak lanjut ini merupakan aksi tindak lanjut lembaga, bukan per-orangan. Setiap Caritas Keuskupan didorong untuk mengembangkan sistem dalam organisasinya agar memungkinkan untuk tanggap darurat yang berkualitas. ‘Proyek CB4ER membantu percepatan relasi eksternal Caritas Bandung, terutama dengan pemerintah,’ ujar Salomo Marbun, contact person untuk CB4ER di Caritas Bandung.

Karina dan CRS-ID tidak berhenti hanya di situ. Pemantauan langsung di wilayah Caritas Keuskupan mulai dilakukan di tahap kedua. Lewat pemantauan, Caritas Keuskupan diajak melihat dampak dari proyek, aksi tindak lanjut yang dilakukan dan upaya pengembangan lembaga. ‘Monitoring ini membantu kami untuk melihat sudah sejauh mana kami melakukan tindak lanjut dan dampaknya ke pengembangan lembaga,’ komentar Romo Darwanto, Pr, pimpinan Caritas Bandung.

Tidak Eksklusif
Pengetahuan dan keterampilan yang diberikan proyek CB4ER tidak dibatasi hanya untuk 10 keuskupan. Caritas Keuskupan lain dapat meminta pendampingan Karina untuk meningkatkan kualitas tanggap darurat. Karina Keuskupan Palembang dan Karina KAS sudah memanfaatkan pendampingan Karina. Siapa menyusul?

Penulis adalah staf unit Emergency Response and Preparedness-Karina KWI.

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta