Catatan Harian dari Sorong: Peringatan Bulan PRB 2017 – Caritas Indonesia – KARINA

Catatan Harian dari Sorong: Peringatan Bulan PRB 2017

24/10/2017
2017-10-23 10.07.52-1

Semua kamar hotel di Kota Sorong sudah penuh sejak beberapa hari sebelum agenda Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana yang diselenggarakan oleh BNPB. Bahkan, mobil sewaan pun sudah habis dipesan kendati panitia juga menyediakan bus-bus dari Dinas Perhubungan setempat untuk antar jemput para peserta. Ada sekitar 3.000 orang peserta dari berbagai unsur baik pemerintah maupun non pemerintah memadati ACC (Aimas Convention Center) yang terletak di Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat.

Sejak tanggal 22-25 Oktober, para peserta yang kebanyakan dari luar kota dan luar daerah ini akan ada di kota Sorong. Mereka adalah para pegiat kemanusiaan dalam bidang kebencanaan dari seluruh provinsi di Indonesia. Angka 3.000 itu menjadi angka yang strategis untuk mendukung dunia wisata di Papua Barat, khususnya daerah Manokwari dan Sorong Raya (Raja Ampat).

Sekilas memandang dan membandingkan dengan banyak tulisan di media, Kota Sorong memang menampakkan geliat pertumbuhannya. Posisinya sebagai kota transit dengan Bandar Udara Domine Eduard Osok (DEO) menjadi penyebab kota ini tampak lebih hidup dengan aktifitas sampai malam hari yang berhiaskan cahaya lampu kamar-kamar hotel yang tampak dari seberang jalan.

Aimas Convention Center (ACC) menjadi tempat diselenggarakannya Peringatan Bulan PRB 2017 (Foto: KARINA).
Aimas Convention Center (ACC) menjadi tempat diselenggarakannya Peringatan Bulan PRB 2017 (Foto: KARINA).

Setiap tanggal 13 pada bulan Oktober telah ditetapkan sebagai hari peringatan Pengurangan Risiko Bencana Internasional (International Day for Disaster Risk Reduction), dan telah menjadi agenda rutin nasional sejak tahun 2013. Willem Rampangilei, Kepala BNPB, dalam sambutannya mengutarakan bahwa tema peringatan untuk tahun 2017 ini adalah “Pengurangan Risiko Bencana Sebagai Investasi Pembangunan”.

Sebagai salah satu peserta yang mengikuti alur acara, saya seperti melihat dua kenyataan yang sedang berjalan beriringan saat ini. Di satu sisi, saya sedang melihat geliat sebuah kota yang ingin terus berkembang untuk meningkatkan pendapatan perekonomiannya. Sementara pada sisi lain, saya diingatkan bahwa kita semua ini ada di sebuah daratan yang rentan dengan bencana. Oleh karenanya, penting untuk terus mengarusutamakan kesadaran mengenai pengurangan risiko bencana dalam setiap upaya pembangunan.

Upaya pembangunan ini apabila diibaratkan, seperti sebuah keluarga yang sedang membangun ekonomi rumah tangganya. Investasi untuk ekonomi rumah tangga tergantung pada bentuk usahanya. Yang paling biasa dilakukan adalah meletakkan investasi pada kendaraan untuk usaha, baik roda dua maupun roda empat. Untuk meminimalisir risiko yang mungkin terjadi dalam melakoni usahanya, kemudian kendaraan tersebut diasuransikan.

Asuransi adalah pilihan yang mudah untuk melindungi aset yang dimiliki. Terlebih jika kendaraan tersebut adalah satu-satunya sandaran keluarga untuk mendapatkan penghasilan ekonomi. Namun demikian, logika ini ternyata tidak sama untuk hal-hal yang lebih besar. Sebuah provinsi yang sedang giat membangun, tidak dapat serta merta mengasuransikan infrastruktur yang mereka bangun untuk mengurangi risiko bencana atas investasi pembangunan yang telah dilakukan. Perencanaan pembangunan menjadi faktor utama untuk mengatasi risiko bencana yang akan datang. Hal ini menjadi investasi yang besar untuk mengurasi risiko bencana bagi infrastruktur dan orang-orang di kawasan tersebut.

Ruang pertemuan utama dihadiri oleh kurang lebih 3.000 peserta dalam Peringatan Bulan PRB 2017 di Kota Sorong (Foto: KARINA).
Ruang pertemuan utama dihadiri oleh kurang lebih 3.000 peserta dalam Peringatan Bulan PRB 2017 di Kota Sorong (Foto: KARINA).

BNPB telah menyatakan bahwa di akhir periode Presiden Jokowi menjabat, indeks risiko bencana akan menurun hingga 30% seperti yang sudah ditetapkan di dalam RPJMN. Hal ini disampaikan kembali oleh Bapak Willem Rampangilei di ACC. Oleh karena itu, pantaslah kita semua berharap bahwa Pemerintah Indonesia akan menimbang betul segala kajian lingkungan hidup demi pembangunan yang selaras alam. Sudah menjadi hal umum bahwa wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia berada di atas dua lempeng gunung api aktif, Pasifik dan India-Australia.

Perencanaan pembangunan yang abai dengan kenyataan alam ini, ujungnya akan membawa bencana baru yang sebetulnya tidak perlu terjadi. Di kota-kota besar sudah semakin marak cerita, banjir tiba-tiba melanda semenjak kompleks perumahan di sebelah usai dibangun. Ada juga kisah tragis tentang penambangan yang terjadi secara besar-besaran tanpa memperhatikan lingkungan sekitar. Yang masih segar di ingatan kita adalah kasus kebakaran hutan dan lahan yang semakin meningkat. Semua itu terjadi karena tidak ada keseimbangan antara pertumbuhan infrastruktur dengan ekosistem alami.

Kota Sorong serupa pula dengan kota-kota lain yang sedang giat membangun. Apalagi Presiden Jokowi gencar mengupayakan keterhubungan antar daerah dengan koneksi darat, laut dan udara. Salah satunya adalah Tol Laut yang menyasar wilayah Papua Barat dan sekitarnya dengan adanya pembangunan dermaga di Kota Sorong.

Geliat ini membawa harapan akan perubahan ekonomi yang lebih baik. Namun di sisi lain juga dapat membawa bencana apabila tidak bisa kita kelola dengan baik. Oleh karena itu, kesadaran tentang pengurangan risiko bencana mestinya dapat diselaraskan antara pemerintah dan masyarakat. Hal ini bukan hanya mandat dan tanggung jawab BNPB saja. Akan tetapi, juga menjadi kesadaran dan prioritas utama di setiap kementrian dan lembaga di pemerintah agar perencanaan pembangunan selalu mempertimbangkan peta kerawanan yang ada di Indonesia. ● Antonius Banu, Pr.

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta