Budi Lilor, Relawan Penyuka Gemblong Goreng – Caritas Indonesia – KARINA

Budi Lilor, Relawan Penyuka Gemblong Goreng

04/08/2017
budi2-1

Respon tanggap darurat pasca bencana banjir yang menerjang wilayah Kabupaten Belitung sudah selesai dilaksanakan oleh Keuskupan Pangkal Pinang dan Yayasan KARINA. Kurang lebih sepuluh hari, sejak tanggal 19-29 Juli 2017, tim gabungan Keuskupan Pangkal Pinang dan Yayasan KARINA bahu membahu dengan para relawan guna memberikan barang-barang bantuan pada proses pemulihan. Paket bantuan yang diberikan terdiri dari sabun mandi, pasta gigi, sikat gigi, sabun cuci, gunting kuku, pakaian dalam wanita, pembalut wanita, sarung dan ember. Selain dibantu oleh para relawan dari Paroki Tanjung Pandan, kegiatan respon ini juga dibantu seorang relawan dari Yayasan Pembinaan Sosial Katolik (YPSK)/Caritas Keuskupan Tanjung Karang.

Budi Satmiko, atau akrab dipanggil dengan Budi Lilor, diperbantukan dari YPSK ke Belitung untuk memberikan dukungan secara langsung atas kegiatan tanggap darurat yang sedang dilakukan oleh Keuskupan Pangkal Pinang. KARINA meminta YPSK untuk mengirimkan Mas Lilor karena ia punya pengalaman dalam respon tanggap darurat dan sudah terlatih. Yang paling dekat, pada bulan Februari tahun ini, Mas Lilor terlibat dalam respon tanggap darurat untuk Gempa di Pidie Jaya, Aceh, bersama Konsorsium Joint Response ERCB (Emergency Response Capacity Building). Selain kaya akan pengalaman di lapangan, ia juga telah menyelesaikan berbagai pelatihan tanggap darurat yang diselenggarakan oleh Yayasan KARINA dan CRS Indonesia.

Mas Budi (kanan) saat melakukan kajian kebutuhan di lokasi terdampak banjir di Belitung (foto: KARINA).
Mas Budi (kanan) saat melakukan kajian kebutuhan di lokasi terdampak banjir di Belitung (foto: KARINA).

Pria yang berprofesi sebagai tukang gambar ini merasa tidak pernah punya ekspektasi apa-apa ketika diminta untuk terjun langsung ke lapangan. Ia tidak akan pernah menolak atas mandat dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya sebagai seorang relawan. “Yang penting saya bisa membantu meringankan beban para penyintas… Istri saya juga tidak pernah marah (keberatan) atas hal ini. Dia sangat mendukung,” katanya sambil terkekeh. Baginya, menjadi relawan itu adalah sebuah anugrah. Dengannya, ia dapat mempunyai banyak kesempatan untuk membantu orang dan belajar banyak hal. Pengalaman yang cukup membahagiakan. Semua itu kelak akan menjadi bekal cerita untuk anak-cucunya.

Penyuka makanan gemblong goreng yang dicocol sambal ini menjelaskan bahwa hidup itu mempunyai hubungan saling ketergantungan yang erat satu dengan yang lainnya. Kita tidak bisa hidup sendirian. Sama seperti gemblong yang tidak akan nikmat tanpa sambal. Menjadi relawan juga melatih diri untuk berani ambil bagian dan bertaggung jawab atas kepercayaan yang diberikan oleh orang lain. Nah, salah satu pengalaman yang menarik selama respon di Belitung adalah saat harus membagikan barang-barang bantuan, namun terkendala dengan minimnya data. Bahkan ada satu wilayah RT yang hanya mengandalkan ingatan Ketua RTnya tentang jumlah penduduknya. Dengan segala keterbatasan, ia dan para relawan yang lain mencoba mengatasi hal ini dengan melakukan pendapataan ulang. Hasilnya adalah, pembagian paket bantuan dapat berjalan dengan lancar dan aman. Barisan warga teratur rapi dan mereka rela menunggu gilirannya masing-masing.

Mas Budi menunjukkan bekas batas genangan banjir yang merendam bangunan (Foto: KARINA).
Mas Budi menunjukkan bekas batas genangan banjir yang merendam bangunan (Foto: Budi S./KARINA).

Selama masa tanggap darurat, ia dapat mempraktikkan semua materi yang sudah ia terima dalam pelatihan-pelatihan. Mulai dari persiapan, pendataan, pengepakan paket bantuan, hingga distribusi dilakukan dengan mengacu pada Standar Sphere. Salah satu alasan kenapa semua berjalan lancar adalah karena distribusi bantuan dibagikan dengan menggunakan sistem kupon. Tim Gabungan dari Keuskupan Pangkal Pinang dan Yayasan KARINA membuat skenario pemberian berdasarkan data-data yang ada. Sistem ini berjalan dengan baik pada hari H dan semua bantuan sampai kepada mereka yang berhak.

Ketika ditanya tentang motto yang menjadi pegangan dalam hidupnya, ia menjawab, “demi kemuliaan Allah yang lebih besar (Ad Maiorem Dei Gloriam)”. Ia melihat bahwa Spiritualitas Ignasian ini masih up to date sampai sekarang. Kita diajak untuk melihat kemuliaan Allah melalui introspeksi diri sebagai mahluk ciptaanNya. Salah satu bentuk memuliakan namaNya adalah dengan melayani dan memanusiakan manusia. Yaitu melalui aksi belarasa sebagai relawan yang membantu para penyintas melalui masa-masa sulit pasca bencana. Kehadirannya sebagai relawan bukan hanya untuk mendistribusikan barang-barang bantuan, namun juga sebagai bentuk persaudaraan, penemanan dan pendampingan. “Dan spirit itu cocok bagi saya,” katanya menutup perbincangan kami. ●

 

Data diri

Nama lengkap : Budi Satmiko

Panggilan         : Budi Lilor

Paroki               : Unit Pastoral Bakauheni

Keuskupan      : Tanjung Karang

 

Pengalaman respon

  1. Relawan pada saat Gempa Jogja, 2006 bersama Yakkum.
  2. Relawan pada saat Gempa Pidie Jaya, 2017 bersama Konsorsium ERCB.
  3. Relawan pada saat Banjir Belitung, 2017 bersama Yayasan KARINA.

(Berdasarkan hasil wawancara tertulis dengan Mas Budi Lilor, 1 Agustus 2017. Ditulis kembali oleh YB.)

Gemblong adalah makanan tradisional yang terbuat dari adonan tepung beras ketan putih yang diuleni hingga kalis dan dibentuk bulat seperti bola. Kemudian adonan gemblong yang sudah dibentuk bulat digoreng dan setelah dingin dilapisi dengan larutan gula aren. Di daerah Jawa Timur gemblong dikenal dengan nama Getas.[2] Meskipun memiliki rasa yang sama, Getas terbuat dari ketan hitam, sedangkan gemblong terbuat dari ketan putih. (https://id.wikipedia.org/wiki/Gemblong)

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta