Bencana Tanah Longsor Ponorogo – Caritas Indonesia – KARINA

Bencana Tanah Longsor Ponorogo

03/04/2017
Tim ER Kariyo bersama relawan lain di titik lokasi tanah longsor Ds. Banaran. Photo: KARIYO
Tim ER Kariyo bersama relawan lain di titik lokasi tanah longsor Ds. Banaran. Photo: KARIYO

1. Latar Belakang

Pada hari Sabtu, 01/04/2017 terjadi bencana tanah longsor di Dusun Tangkil dan Dusun Krajan, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Tanah longsor merusak 35 unit rumah, 21 orang diduga tertimbun tanah longsor dan 17 orang luka-luka.

Kejadian tanah longsor ini sebenarnya sudah dideteksi sejak tiga (3) minggu sebelumnya. Lokasi mengalami retakan tanah sekitar 30 cm dan seminggu kemudian berkembang menjadi 9 meter, lalu tiga minggu kemudian menjadi  15 meter. Pada hari Jumat 31/3/2017 rekahan tanah menjadi 20 meter. Beberapa hari terakhir, lokasi kejadian diguyur hujan lebat. Sejak mengetahui tanda longsor, warga sebenarnya telah menungungsi pada malam hari, namun kembali beraktivitas pada siang hari. Jumat malam terjadi hujan lebat, tetapi tidak terjadi longsor. Longsor terjadi ketika warga kembali ke rumah pada Sabtu pagi (01/4/2017).

Tanah longsor pada hari Sabtu diawali dengan bunyi gemuruh pada pukul 07.30.  Sebagian warga langsung mengungsi. Pada pukul 08.00 bencana longsor terjadi sangat cepat, menimpa rumah warga dan area kebun ketika warga sedang panen jahe. Longsoran lereng terjadi memanjang sekitar 800 meter dengan ketinggian 20 meter.

Menurut Amin Widodo, Dosen Teknik ITS (Kompas 2/4/2017), Desa Banaran rawan longsor karena berada di lereng Gunung Wilis dengan kemiringan lereng di atas 30 derajat. Permukaan lereng semula stabil karena akar pohon. Namun, akhir-akhir ini rawan seiring dengan adanya alih fungsi lahan dari kawasan hutan menjadi ladang dan pemukiman. Bencana longsor tidak terjadi tiba-tiba, didahului dengan munculnya longsor kecil dan retakan tanah yang mestinya ditindaklanjuti dengan mitigasi bencana.

2. Repon Pemerintah

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Propinsi Jawa Timur pada hari Sabtu-Minggu 1-2/4/2017 fokus melakukan pendataan korban, pencarian dan evakuasi korban, pendirian posko, pendirian dapur umum, persiapan pencarian korban yang belum ditemukan, dan koordinasi dengan instansi terkait untuk penyiapan alat berat. Didukung oleh tim gabungan Koramil, Polres, BPBD, relawan dan masyarakat berusaha melakukan pencarian korban namun belum sepenuhnya berhasil. Hal ini karena medan kejadian sangat terjal, terletak di lereng pegunungan. Selain itu akses jalan menuju Desa Banaran sempit, sehingga memerlukan  waktu tiga (3) jam untuk menempuh jarak tiga (3) km. Sementara alat berat yang diperlukan untuk melakukan pencarian baru datang pada hari Minggu pagi (02/3/2017) dari UPT Bina Marga Madiun.

Dari laporan Saudari Emilia dari lokasi kejadian,  beberapa unsur masyarakat turut membantu, seperti pemerintahan Kabupaten Ponorogo dan Madiun, BPBD Wonogiri, Ngawi, Madiun, Trenggalek serta Laskar Mujahidin.

3. Respon Caritas Keuskupan Surabaya

Koordinasi Posko Paroki Klepu
Koordinasi Posko Paroki Klepu. Photo: Kariyo

 

Caritas Keuskupan Surabaya (Kariyo) pada hari Sabtu siang 1/4/2017 mendapat kabar dari RD. Agus Wibowo (Paroki St. Hilarius, Klepu) tentang bencana ini. Kemudian Kariyo segera berkoordinasi dengan Bapak Edi Locke dan Ibu Emilia yang sedang mengadakan pelatihan Project Cycle Management (PCM) di aula Gua Maria, Klepu, Ponorogo. Kariyo telah memberikan dana tanggap darurat untuk dukungan transportasi relawan pertama yang menuju ke lokasi Dusun Banaran untuk melakukan koordinasi di lapangan. Sebagai informasi, jarak Ponorogo-Banaran 31 km, ditempuh dalam 1 jam dan jarak Paroki Klepu-Banaran 26 km ditempuh dalam 1 jam.

Kariyo segera menghubungi Saudara J. Hanny, relawan Kariyo, di Madiun dan langsung  pada Sabtu sore segera meluncur bersama Tim Tanggap Darurat, ke Dusun Banaran, berkoordinasi dengan RD. Agus Wibowo dan RD. Sabas Kusnugroho. Sampai Minggu pagi 2/4/2017 belum ada kabar dari Saudara Hanny karena lokasi tidak terpantau sinyal. Menurut RD. Agus Wibowo, Saudara Hanny masih melakukan identifikasi di lokasi Desa Banaran.

Pada hari Minggu pagi 2/4/2017, RD. Sabas mengabarkan akan melakukan koordinasi respon bersama RD. Agus Wibowo, Bp. Edi, Ibu Emilia, Saudara J. Hanny dan Tim Tanggap Darurat di Paroki Klepu. RD. Sabas memberi catatan akan melihat situasi dan melakukan kajian secara jeli agar respon kita tepat sasaran. Dari jaringan Lesbumi Ponorogo kondisi di lokasi masih semrawut, banyak kelompok relawan yang hadir. Dari lapangan Saudara J. Hanny mengabarkan ribuan relawan turun melakukan evakuasi, namun terkendala hujan sehingga mengakibatkan jalan desa macet.

Pada Minggu petang, pertemuan koordinasi bersama RD. Sabas Kusnugroho, RD. Agus Wibowo, Bp. Edi, Ibu Emilia dan Saudara J. Hanny beserta Tim Tanggap Darurat diadakan di Paroki St. Hilarius, Klepu dan Paroki St. Maria, Ponorogo. Saudara J. Hanny mengabarkan bahwa hingga  Minggu 2/4/2017 pukul 19.30 ditemukan lagi 2 orang korban. Diperkirakan masih ada 49 orang yang tertimbun. Penyintas yang selamat sekitar 500 orang, sekarang tinggal di lokasi pengungsian. Mereka yang mengungsi adalah warga dari 5 RT, yang berasal dari Dusun Tangkil 3 RT dan Dusun Krajan 2 RT. Ada 16 rumah tertimbun, 14 rumah di Dusun Tangkil dan 2 rumah di Dusun Krajan.

Dalam pertemuan itu disepakati beberapa hal:

1). Koordinasi respon disepakati melalui Paroki St. Hilarius, Klepu, kontak person RD. Skolastikus Agus Wibowo – 081 234 288 32

2). Respon akan berupa penemanan/pendampingan penyintas sekitar 500 orang di pengungsian, baik yang terdampak longsor atau yang mengungsi karena rumah berada di lokasi rawan longsor. Mereka berada di Balai Desa Banaran, rumah Bapak Lurah dan Bapak Lasimun.

3). Respon akan membantu logistik para penyintas yang belum dibantu oleh pihak pemerintah, yakni lampu senter, jas hujan, sepatu kerja, lampu sign police, genset, lampu emergency (sorot /sokle), perlengkapan/alat masak (kompor, panci, dandang, pompa galon, air galon, ember, jerigen 20 liter, mangkok). Diperlukan juga dukungan operasional untuk kerja relawan selama sekitar 2 minggu ke depan. Mereka akan beroperasi dari Pos pelayanan Paroki St. Hilarius, Klepu. Bantuan natura bisa diturunkan di Paroki St. Hilarius, Klepu  atau Paroki St. Maria, Ponorogo.

4). Bantuan berupa dana dapat ditujukan ke rekening BCA Kcp Diponegoro no rek 258 3039 457 an Keuskupan Surabaya (kontak person Bendahara Keuskupan), yang akan disalurkan kepada penyintas melalui Paroki St. Hilarius, Klepu, Ponorogo, rekening BCA Kcp Ponorogo no rek 289 0658 655 an. Agus Wibowo.

4. Kontak Person

1). Skolastikus Agus Wibowo (Koordinator, Paroki Klepu): 081 234 288 32

2). Sabas Kusnugroho (Paroki Ponorogo): 081 217 822 772

3). Saudara J. Hanny Hendra (Tim Tanggap Darurat Kariyo) : 0895 3610 40198

Pelapor RD. A. Luluk Widyawan, Karina Keuskupan Surabaya

Editor: A. Suyadi

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta