Belajar Tak Kenal Lelah – Caritas Indonesia – KARINA

Belajar Tak Kenal Lelah

23/10/2012
Karina - Caritas Indonesia

Karina - Caritas IndonesiaMenuntut ilmu tak pernah ada batasnya, itulah kata pepatah. Dan itu juga yang saya dan Primariska Riantony rasakan. Ketika kami diutus untuk menjadi perwakilan dari Indonesia mengikuti Financial Management Training di Caritas Bangladesh – Dhaka pada 22-28 Mei 2010 lalu. Pelatihan ini diikuti 11 caritas member di Asia.

Pada pembukaan acara, kebersamaan sungguh terasa, ketika satu persatu perwakilan dari setiap negara menghidupkan lilin di atas benderanya masing-masing. Kemudian disuguhi tarian Bangladesh dilanjutkan dengan lagu mars caritas Bangladesh. Walaupun tidak mengerti bahasa dari lagu tersebut namun kami yakin bahwa di dalamnya terkandung makna kebersamaan dan pelayanan penuh kasih.
 
Dua hari pertama kami belajar dan memperdalam pengetahuan umum tentang keuangan. Sharing pengalaman yang disampaikan menjadi tambah menarik karena namyak hal berbeda mulai dari budgeting sampai pada pelaporan keuangan dan monitoring.  

Masuk hari selanjutnya kami diperkenalkan dengan sistem akuntansi keuangan yang selama ini digunakan oleh Caritas Bangladesh, yaitu Tally Software. Berdasarkan pengalamannya selama 10 tahun menggunakan sistem ini, teman – teman dari caritas Bangladesh membagikan ilmunya. Software buatan India ini dirasakan cukup membantu dalam proses pelaporan keuangan. Sofware ini sudah digunakan oleh Caritas Pakistan, India, Sri Lanka dan Bangladesh sendiri. Di Indonesia kita tahu bahwa Caritas Sibolga juga menggunakan system keuangan ini.

Kami mulai dengan praktek langsung untuk mengerjakan beberapa contoh soal untuk di input ke dalam system Tally yang sudah diperkenalkan dari teman-teman caritas Bangladesh.  Dengan dibantu teman-teman dari beberapa negara yang sudah menggunakan sistem akuntansi keuangan ini, kami berlatih mengerjakan contoh-contoh soal.

Caritas Mymensingh Region
Sore hari setelah praktek di Dhaka – CDI (Caritas Development Institute) Office, kami melanjutkan  perjalanan ke Caritas Mymensingh, lokasinya dipilih karena terdekat dengan CDI. Persisnya berdekatan dengan Negara India kurang lebih sekitar 23 km saja, dipisahkan oleh sungai dan pegunungan.

Kami tiba di Caritas Mymensingh sudah terlalu larut, sekitar pukul 9 malam. Telah hadir disana Fr. Bonnie Mendes dari Caritas Asia. Fr. Bonnie menyampaikan sambutannya sebelum makan malam bersama. Beliau berpesan, ‘Apa yang kita lakukan ini untuk kebersamaan kita seluruh caritas  terutama di Caritas Asia.’

Esok hari kami praktek langsung dengan bebarapa contoh transaksi keuangan yang diberikan. Layaknya kami  berada dalam kantor, mengerjakan pembayaran atau melengkapi dokumen. Sebagai contoh,  setelah mengerjakan seluruh pekerjaan, kami harus menghadap kepada direktur Caritas Mymensigh,Mr. Theophil Nokrek, yang siap menandatangani seluruh documen keuangan pada hari itu. Kami diajarkan untuk sungguh-sungguh teliti dalam mempersiapakn documen keuangan.

Selanjutnya kami pergi mengunjungi beberapa lokasi dampingan Caritas Mymensigh, yaitu proyek ICDP (Integrated Community development Project), CBFM (Community Based Fisheries Management) dan keuangan mikro. Kamunitas menyambut kami dan selama disana merekapun berbagi proses pendampingan caritas dari awal.

Kami senang melihat jerih payah dan kebersamaan mereka. Dari hasil tersebut kami fokus kembali melihat pembukuannya yang secara detail dituliskan arus uang keluar masuknya. Semua laporan dilaporkan ke caritas nasional di Dhaka. Sebulan sekali ada kunjungan dari caritas nasional untuk monitoring dan audit kegiatan. Caritas Bangladesh memiliki 8 caritas region, dan Jika kita lihat dari banyaknya kegiatan (Caritas Mymensigh region saja punya 36 proyek) tidak heran kalaucCaritas nasional di Bangladesh memiliki lebih dari 40 orang staf audit dan sekitar 60 orang yang bekerja di bagian keuangan).  

Di hari terakhir kami membahas dan sharing mengenai efektivitas kerja. Selama mengikuti pelatihan ini, kami belajar dengan metode presentasi, tanya jawab dan prakter langsung sungguh – sungguh menyenangkan dan tentunya menambah pengetahuan kami dalam hal managemen keuangan.

Harapan yang muncul agar kegiatan seperti ini dapat diadakan setiap tahun secara bergantian dan dibentuk tim support finance agar dapat terorganisir lebih baik. Usulan ini disampaikan pada Fr. Bonnie Mendes dan Eksekutif Direktur Caritas Bangladesh, Dr Benedict Alo D’Rozario, dan diharapkan dapat dibicarakan dalam tingkat executive director setiap Negara.

Akhirnya acara sungguh – sungguh selesai pada malam hari itu, dan tak kenal lelah pula malam itu juga sebagian dari kami melakukan perjalanan panjang untuk kembali ke negara masing-masing ,termasuk kami…..*

*Penulis adalah Staff Keuangan KARINA

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta