Bela Rasa di Mojoasem – Caritas Indonesia – KARINA

Bela Rasa di Mojoasem

23/10/2012
Karina - Caritas Indonesia

Karina - Caritas IndonesiaTeriakan – teriakan ramai terdengar berulang kali ketika gelap mulai menyelimuti pinggiran sungai Bengawan Solo di Laren, Lamongan. Temaram lampu jalan turut menemani sekitar 10 relawan yang cekatan menurunkan kotak – kotak putih berlogo dan bertuliskan Karina dari truk pengangkut barang bantuan. Saat itu sekitar pukul 5 petang. Badan mereka mulai bersimbah keringat, mengkilap terkena pantulan lampu jalan.

Curam dan licinnya jalan membuat truk pembawa bantuan tadi tidak mampu sampai ke lokasi,  ditambah lagi beban yang dibawa sangat berat (sekitar 6 ton). Ada 2 truk dan 1 mobil bak terbuka yang tiba di lokasi, membawa sekitar 2100 kotak berisi paket bantuan untuk korban banjir Lamongan. Merespon bencana yang terjadi di penghujung Februari 2009 itu, ada 3 tipe paket yang siap untuk dibagikan. Diantaranya paket makanan seperti beras, minyak goreng, kacang hijau, mie instant dan gula pasir, serta paket alat sekolah seperti buku tulis, pensil, pulpen dan penghapus. Selain itu, ada juga paket perlengkapan kesehatan seperti deterjen, sabun mandi, obat nyamuk, pasta gigi dan cairan pembersih rambut. Semuanya bersatu dalam kotak putih berstiker logo merah kuning yang berbentuk jangkar dengan 4 hati di sisi pinggirnya, melambangkan Bela Rasa Kita.

Menyadari keterbatasan truk pembawa bantuan, diputuskanlah untuk memuat sebagian barang ke mobil bak terbuka, lalu dibawa ke pinggir sungai melalui tanjakan tadi. Setelah beban berkurang barulah 2 truk ikut menanjak ke pinggir sungai.

Kembali, sorakan ‘ayo!’ muncul tatkala truk atau mobil tiba di pinggir Bengawan Solo dan ketika mereka bersiap untuk menurunkan barang bantuan. Kawan – kawan relawan dengan semangat mencoba berbagai macam cara untuk bisa menurunkan secepatnya barang sampai ke pinggir sungai. Perjalanan kotak bantuan ini masih akan dilanjutkan dengan menggunakan sebuah perahu sederhana untuk diantar ke seberang, yaitu lokasi para pengungsi banjir. Artinya, kawan-kawan relawan ini bukan hanya menurunkan barang bantuan dari kendaraan, tapi juga mengantarnya ke seberang sungai.

Sesampainya disana, kembali terdengar sorakan bersemangat dari sekitar 10 relawan lainnya yang sedang menurunkan bantuan dari perahu dan memuatnya kembali ke sebuah mobil bak terbuka untuk disimpan di gudang dan didata. Barang – barang ini akan dibagikan keesokan harinya.

‘Apa tidak ada jalan untuk ke seberang sana? Jadi kita tidak usah menurunkan dan mengangkut barang – barang ini lagi’, tanya saya kepada salah seorang anggota tim yang sedari tadi dipanggil dengan sapaan Romo Wawan. ‘Ada, tapi harus jalan ke arah Babat sekitar 20 km’, jawabnya singkat.

Memang pilihan untuk menyeberangkan barang bantuan ini dengan perahu menjadi pilihan yang umum meskipun beresiko tenggelam karena arus air kuat dan ada pusaran kecil disitu. Media transportasi yang sama juga digunakan oleh penduduk di desa sekitar untuk menyeberangkan dirinya, hasil bumi, sepeda serta sepeda motornya setiap hari.

Relawan terdiri dari solidaritas di Keuskupan Surabaya yang tergabung dalam Jartadar, Jaringan Tanggap Darurat, Karina Surabaya yang ada di Ngawi, Madiun, Cepu, dan Surabaya sendiri serta beberapa orang lokal. Hany Hendra Wardhana selaku koordinator relawan Jartadar Karina Surabaya tampak turut turun ke lokasi untuk memberi semangat kepada rekan – rekannya sesama relawan. Selama kurang lebih seminggu para relawan ini tinggal bersama penduduk desa Mojoasem dan 2 desa lainnya, Siser dan Pesanggrahan, untuk mendapatkan data – data lengkap warga yang akan diberi bantuan, sebelum dirotasi dengan relawan lainnya. ‘Supaya tidak bosan,’ ujar sang koordinator yang kerap dipanggil ‘Mas Hani’.

Tidak ada waktu untuk loyo dan bermalas-malasan. Duduk dengan sebatang rokok dan air mineral di tangan hanyalah untuk mengisi tenaga yang sebelumnya terpakai. Teriakan penyemangat dan canda diantara relawan hanya untuk mengisi celah dan motivasi bahwa mereka sedang bekerja bersama dalam tim yang melayani para korban banjir.

Kegiatan ini terus berjalan dan terkadang diselingi dengan istirahat minum. Sesudah makan malam, para relawan kembali mengangkuti barang – barang bantuan yang sudah dikumpulkan di pinggir sungai, untuk dibawa ke gudang penyimpanan sampai kurang lebih pukul 11 malam waktu setempat.

‘Relawan memang penting. Dalam arti tenaga dan waktu yang mereka luangkan. Maka sudah sepantasnya kita menghargai mereka’, ujar Pastor Luluk Widyawan. Direktur Karina Surabaya.  Saya yang petang itu baru tiba beberapa jam di lokasi kejadian, tak mampu untuk tidak lebih dari setuju dengan pendapatnya. Apalagi laki – laki yang akrab disapa dengan Romo Luluk ini, turut langsung mengangkut kotak – kotak putih berisi bantuan bersama para relawan. Laki – laki yang supel dan perhatian ini dalam kesehariannya bertugas sebagai Direktur Karina Surabaya.

Di dalam perjalanan kembali ke Pastoran St. Maria Annuntiata, Sidoarjo, saya melihat lagi foto-foto yang sempat terrekam di Mojoasem dan Romo Luluk bertanya apakah saya mengenali mana yang relawan lokal dan relawan Karina Surabaya. Saya langsung mengatakan tidak, karena memang sulit untuk membedakannya dengan cepat, kecuali ketika mereka berbicara tentang CMDRR (Community Managed Disaster Risk Reduction / Pengurangan Resiko Bencana oleh Masyarakat).

Tapi bukankah itu yang ingin dicapai? Bahwa kegiatan kemanusiaan semacam ini akhirnya menanggalkan semua identitas yang ada; agama, suku, warna kulit. Hanya ada satu identitas bagi mereka di malam itu: relawan Mojoasem. Hanya ada satu tujuan di malam itu: mengantarkan barang bantuan ke para korban banjir, apapun rintangannya. ‘Ayo angkat, masih satu…truk lagi!!!’

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta