Bekerja Seperti Hamba, Makan Seperti Raja – Caritas Indonesia – KARINA

Bekerja Seperti Hamba, Makan Seperti Raja

19/10/2017
Ilustrasi (foto: KARINA).
Ilustrasi (foto: KARINA).

Tmeup on ate, tah on usif.” Peribahasa Dawan-Timor Barat, NTT ini berarti bekerja seperti hamba, makan seperti raja. Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ir. Paulus Victor Rolland Mella, M.Si mengutip peribahasa ini ketika memberikan sambutan dan membuka kegiatan “Ekspo Hortikultura 2017” di Desa Kesetnana, Kecamatan Molo Selatan, Kabupaten TTS pada 11 Oktober 2017. Peribahasa ini dalam terjemahan bebasnya dimengerti sebagai nasihat untuk memotivasi agar orang bekerja keras untuk meraih kesejahteraan hidup.

Contoh perilaku bekerja keras ini telah ditunjukkan oleh 14 orang anggota keluarga di Desa Kesetnana yang menjadi anggota kelompok tani Nekmese (bahasa Dawan yang berarti satu hati). Sejak sepuluh bulan terakhir kelompok tani yang berada di Dusun Peutana ini telah didampingi oleh Yayasan Bina Tani Sejahtera (YBTS). Hari ini hasil kerja keras mereka hendak diperkenalkan kepada masyarakat luas, khususnya para anggota kelompok-kelompok tani dan pemerintah daerah setempat. Di atas lahan ekspo seluas 8.000 m2 ini telah ditanami 37 varietas sayuran oleh anggota Kelompok Tani Nekmese.

Program pendampingan petani yang dilakukan oleh YBTS ini dilakukan dalam kerangka kerja sama bersama Yayasan KARINA – Caritas Indonesia dan PT. East West Seed Indonesia. Sejak awal tahun 2017 kelompok tani Nekmese telah dilatih untuk mempraktikkan cara bertani yang baik (good agriculture practice) oleh YBTS.

Beragam jenis tanaman sayuran yang dipamerkan dalam "Ekspo Horti 2017" (foto: Leo Depa Dey).
Beragam jenis tanaman sayuran yang dipamerkan dalam “Ekspo Horti 2017” (foto: Leo Depa Dey).

“Pada awalnya hanya istri saya saja yang ikut kelompok tani ini. Saya selama ini bekerja sebagai supir bis antarkota Soe – Kupang. Tiap bulan saya menerima kurang lebih 3 juta rupiah dari pekerjaan ini. Menjadi supir membuat saya tidak bisa selalu bersama istri dan anak setiap hari di rumah,” ujar Pak Asaria (34 tahun) salah satu anggota kelompok tani Nekmese saat ditemui di sela-sela kegiatan ekspo. Ia pun menambahkan, “sewaktu panen pertama setelah didampingi oleh YBTS, istri saya bisa mendapat penghasilan bersih 3 juta rupiah dalam satu musim tanam. Saya lalu berpikir, kalau satu orang kerja saja bisa dapat 3 juta, berarti bisa dapat lebih jika 2 orang yang bekerja. Waktu itu istri saya hanya menanam tiga jenis sayuran daun (kangkung, sawi, bayam) karena belum diajarkan budidaya sayuran buah (tomat, terong, lombok, paria, labu). Harga sayuran buah di pasar lebih tinggi dari sayuran daun. Saya lalu memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan sebagai supir dan pulang ke kampung untuk bersama-sama istri saya menanam sayuran. Saat ini kami sudah cukup terampil menanam baik sayuran daun maupun sayuran buah. Penghasilan kami saat ini lebih tinggi dari saat saya menjadi supir. Waktu untuk bersama anak dan istri di rumah juga cukup karena kami selalu bekerja bersama. Sekarang praktis kami hidup dari sayur-sayur ini. Untuk bayar uang sekolah anak-anak pun dari hasil menjual sayuran ini,” tegas bungsu dari 9 bersaudara ini mengakhiri obrolan kami sore itu.

Sayur tomat yang ditanam di kebun ekspo (foto: Leo Depa Dey).
Sayur tomat yang ditanam di kebun ekspo (foto: Leo Depa Dey).

Program yang berada di dalam payung besar Partners for Resilience – Strategic Partnership ini bertujuan untuk mempromosikan dan meningkatkan kapasitas petani dalam budidaya sayuran yang mampu bertumbuh baik di tengah iklim NTT untuk menjamin ketersediaan pangan saat musim kering. Untuk maksud ini maka kegiatan panen raya dan ekspo holtikultura ini memang sengaja dilaksanakan pada puncak musim kering di NTT. Kemampuan petani untuk beradaptasi ini juga didukung oleh adanya transfer pengetahuan dan keterampilan pengelolaan air yang berkelanjutan dari para fasilitator kepada petani. (Leo Depa Dey)

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta