Bapak Vincent, Sinar Harapan dari Desa Reroroja – Caritas Indonesia – KARINA

Bapak Vincent, Sinar Harapan dari Desa Reroroja

09/11/2017
Bapak Vincent di depan kebunnya (Foto: Leo).
Bapak Vincent di depan kebunnya (Foto: Leo).

“Setelah ekspo ini saya akan perluas lahan kebun sayur saya. Sudah saya hitung butuh sekitar 10 juta rupiah untuk modal menanami kebun saya ini. Sebelum ada pendampingan dari Caritas Keuskupan Maumere lahan ini hanya saya tanami jagung dan ubi kayu pada musim hujan saja. Ternyata ada teknik pengairan lahan yang hemat air seperti irigasi tetes, sumur resapan, jebakan air dan rorak yang bisa saya gunakan untuk menyiasati berkurangnya persediaan air di puncak musim kemarau seperti sekarang ini,” jawab Bapak Vincent ketika ditanya apa rencana beliau selanjutnya pasca pelaksanaan Ekspo Holtikultura hari ini. Bapak Vincent (40 tahun) adalah ketua Kelompok Tani Sinar Harapan di Dusun Mage Lo’o, Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka. Sejak pagi tadi senyuman bahagia selalu menghiasi wajah beliau ketika menjabat tangan para tamu yang mulai berdatangan di acara Ekspo Holtikultura yang dilaksanakan pada 17 Oktober 2017.

Lahan Bapak Vincent yang digunakan sebagai demo plot (Foto: Leo).
Lahan Bapak Vincent yang digunakan sebagai demo plot (Foto: Leo).

Lahan milik Bapak Vincent ini mulai digarap pada bulan Mei 2017. Pemilihan lahan ini menjadi kebun demo plot diputuskan bersama antara anggota kelompok tani Sinar Harapan, fasilitator lapangan Caritas Keuskupan Maumere dan fasilitator pertanian dari Yayasan Bina Tani Sejahtera (YBTS). Ada beberapa pertimbangan yang menjadi dasar dipilihnya lahan ini sebagai lokasi demo plot. Pertama, lahan ini berada persis di pinggir jalan raya lintas utara Maumere – Ende. Diharapakan keberadaan lahan demo plot ini bisa memancing rasa ingin tahu masyarakat sekitar dan pengguna jalan untuk singgah dan melihat dari dekat bagaimana kelompok tani Sinar Harapan menerapkan praktik pertanian yang baik (good agriculture practice) di lahan ini. Kedua, lahan ini membentang pada tanah yang rata, tidak berbukit-bukit sehingga lebih mudah dan murah mengelolahnya. Ketiga, lahan ini berada dekat dengan aliran sungai Dagesime sehingga anggota kelompok dapat menyedot air dari sungai untuk menyiram tanaman, terutama pada puncak musim kemarau seperti sekarang ini. Keempat, luas lahan ini memadai untuk dijadikan kebun demo plot. Anggota kelompok tani Sinar Harapan bersepakat untuk menggarap 1.300 meter persegi dari total 1,5 hektar lahan milik keluarga besar Bapak Vincent. Kelima, ada komitmen dari keluarga besar Bapak Vincent dan anggota kelompok tani Sinar Harapan untuk melanjutkan dan menambah luas kebun sayur pasca pelaksanaan ekspo holtikultura dengan biaya sendiri.

Perwakilan dari Pemda meninjau kegiatan ekspo (Foto: Leo).
Perwakilan dari Pemda meninjau kegiatan ekspo (Foto: Leo).

“Sejak bulan Mei 2017 ada 7 dari total 20 anggota kelompok tani Sinar Harapan yang konsisten terlibat dalam pengolahan lahan demo plot ini. Sebelumnya lahan ini belum pernah ditanami sayuran. Hal ini menjadi tantangan utama bagi kelompok karena ini merupakan pengalaman pertama bagi mereka mengolah lahan seluas 1.300 meter persegi dengan menerapkan praktik pertanian yang baik. Pada lahan ini mereka telah menanam 10 varietas sayuran. Mereka memulainya dengan membajak tanah, membentuk bedeng-bedeng, memproduksi bokashi, melakukan penyemaian benih, pindah tanam, pemupukan, pemasangan mulsa plastik, pembuatan dan pemasangan ajir, mengaplikasikan teknik irigasi tetes dan rorak untuk penyiraman dan kontrol terhadap serangan hama dan penyakit. Selain mengalokasikan waktu setiap hari untuk bekerja di lahan demo plot ini, mereka juga memiliki tanggung jawab di kebun masing-masing. Hanya dengan manajemen waktu yang baik yang membuat mereka bisa melakukan keduanya secara bersamaan dengan baik,” ujar Bapak Ansel Radja, warga Desa Magepanda yang sejak tahun 2013 menjadi fasilitator lapangan Caritas Keuskupan Maumere untuk desa-desa dampingan di wilayah pantai utara Keuskupan Maumere di Kabupaten Sikka.
Desa Reroroja sebagaimana juga Desa Magepanda, Desa Done dan Desa Kolisia B merupakan wilayah dampingan Caritas Keuskupan Maumere untuk Program Penguatan Manajemen Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Terpadu Dagesime Magepanda. Keempat desa yang berada di wilayah administrasi Kecamatan Magepanda ini bersama dengan tiga desa lain di wilayah hulu yakni Desa Gera, Desa Liakutu dan Desa Parabubu di kecamatan Mego merupakan tujuh desa di dalam kawasan DAS Dagesime Magepanda di Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur.
Intervensi Caritas Keuskupan Maumere yang didukung oleh Yayasan KARINA dan Cordaid Netherlands dalam bingkai program Partners for Resilience Strategic Partnership ini bertujuan untuk mempromosikan pendekatan pengelolaan risiko terpadu (Integrated Risk Management) dalam Pengelolaan DAS Dagesime Magepanda. Pada tataran lokal, salah satu hasil antara yang mau dicapai program ini adalah mendukung PEMDA Kabupaten Sikka di Pulau Flores, NTT dalam menyusun regulasi Rencana Pengelolaan DAS Terpadu (RPDAST) Dagesime Magepanda. Program ini telah dimulai pada tahun 2016 dan akan berakhir pada akhir tahun 2017. Selama dua tahun ini telah dipraktikkan model pengelolaan kawasan DAS secara terpadu dan praktik-praktik baik dari upaya-upaya tersebut telah didokumentasikan untuk mendukung upaya penyusunan regulasi PERDA RPDAST Dagesime Magepanda tersebut. ■ (Leo Depa Dey)

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta