Baobab II: Pondasi Komunikasi Caritas – Caritas Indonesia – KARINA

Baobab II: Pondasi Komunikasi Caritas

12/07/2017
Rev. Fr. Anucha Chaiyadej hosted participants of Baobab II & Communication Training Caritas Asia at CSCT (photo: KARINA).

“Setiap lembaga Caritas ingin mempunyai komunikasi yang bagus, namun banyak yang terkendala dengan sumberdaya yang ada,” demikian pembukaan dari Patrick Nicholson, Director of Communications Caritas Internationalis, yang hadir sebagai pembicara dan moderator dalam “Asia Regional Baobab II & Communication Training” di Bangkok, Thailand, 3-6 Juli 2017. Pelatihan ini diikuti oleh para peserta yang mewakili lembaga-lembaga Caritas dari Bangladesh, Cambodia, India, Indonesia, Kyrgyzstan, Vietnam, Mongolia, Thailand, Nepal, Myanmar, Philippines, Singapura dan Sri Lanka. Selain itu hadir pula Francesca Frezza, Baobab and Publications Manager, Caritas Internationalis dan tim dari sekretariat Caritas Asia.

Pelatihan ini dibagi kedalam dua bagian, yaitu pemahaman sistem Baobab II dan pemahaman tentang strategi komunikasi, khususnya dalam jaringan Caritas. Pada bagian yang pertama, para peserta diajak untuk mengenali sistem Baobab yang baru. Sistem ini sudah digunakan sekian lama oleh anggota Konfederasi Caritas. Namun, pada Baobab II ada pembenahan sistem yang disertai dengan fitur yang lebih lengkap dan sederhana. Sistem ini juga sudah terintegrasi dengan berbagai platform media sosial seperti Facebook, Twitter, Youtube, Skype, Instagram, & Flickr. Melalui sistem ini, diharapkan para anggota konfederasi dapat terhubung dengan mudah dan berbagi informasi apapun dengan cepat.

Patrick Nicholson, Director of Communications Caritas Internationalis, menyampaikan paparannya (foto: KARINA).
Patrick Nicholson, Director of Communications Caritas Internationalis, menyampaikan paparannya (foto: KARINA).

Francesca menjelaskan bahwa Baobab II menekankan pada content management system. Sistem ini dimaksudkan untuk memudahkan para pengguna dalam mengelola dan berbagai dokumen, informasi kegiatan, dll. Tidak seperti pada Baobab sebelumnya, dalam sistem yang baru ini para pengguna bisa melakukan sinkronisasi dengan berbagai aplikasi yang ada dalam smartphone, kalender, modul-modul e-learning, survey, dll. Sama halnya seperti mailing list, sistem yang baru ini juga menyediakan sarana untuk membuat forum-forum diskusi antar pengguna dengan topik-topik yang diinginkan. Harapannya, setelah melalui pelatihan ini para peserta mempunyai ketrampilan dan pengetahuan untuk melatih staf lain yang ada di lembaganya masing-masing.

Pada bagian strategi komunikasi, Patrick menganalogikannya seperti membuat roti yang memerlukan tepung, telur gula, minyak, peralatan masak, dsb. Komunikasi yang enak tentu saja membutuhkan bahan-bahan cerita yang diolah dengan baik, sebelum disajikan kepada para pembaca. “To communicate is to tell a story,” kata Patrick. Seringkali orang-orang komunikasi di Caritas gagap untuk menyampaikan pesan kunci kepada para pembacanya. Padahal dengan cerita yang kuat dan ditulis dengan pendekatan manusiawi (human interest), pesan kunci dapat diterima dengan mudah. Maka dari itu, untuk dapat menulis kisah dengan baik, kita perlu menjadi pendengar yang baik pula.

Mary dari Caritas Myanmar (tengah) sedang mencoba salah satu kamera di studio Thairath TV (foto: KARINA).
Mary dari Caritas Myanmar (tengah) sedang mencoba salah satu kamera di studio Thairath TV (foto: KARINA).

Mendampingi orang-orang kecil adalah salah satu bagian dari proses “mendengarkan”. Melalui Caritas, para anggota konfederasi mempunyai misi yang sama, yaitu menceritakan kisah tentang masalah yang dihadapi oleh orang-orang kecil dan bagaimana mereka mencari jalan keluarnya. Bagian paling sederhana dalam komunikasi adalah menceritakan kembali apa yang kita dengarkan tanpa kehilangan isi dan maksudnya. Untuk itu, berita kisah yang kita buat harus mudah diterima, dekat dengan kehidupan semua orang, menunjukkan kegairahan hidup dan penuh kegembiraan.

Dalam rangkaian pelatihan ini, para peserta juga diajak untuk melakukan kunjungan belajar ke kantor berita Thairath TV, di Bangkok. Selama di sana, para peserta berdiskusi dengan beberapa reporter dan pimpinan redaksi. Sebelum mengakhiri kunjungan, para peserta juga diajak untuk melihat proses produksi di studio rekaman. Selain berkunjung ke kantor berita komersial, para peserta juga mengunjungi kantor Catholic Social Communications of Thailand (CSCT). CSCT ini adalah departemen komunikasi sosial di bawah Konferensi Uskup Thailand. Pastor Anucha Chaiyadej, Direktur CSCT, berkenan menemani para peserta untuk bertanya-jawab dan melihat proses produksi koran, majalah, buku, siaran radio dan siaran televisi.

Tanggung jawab orang-orang komunikasi adalah mampu menceritakan kisah dalam berbagai bentuk dokumentasi seperti, berita-kisah, foto, poster, dan film, melalui berbagai media. Apa yang akan kita sampaikan kepada orang lain bukan melulu tentang laporan kegiatan. Namun juga menceritakan tentang kisah orang-orang yang kita dampingi. Sehingga, apa yang kita komunikasikan dapat menyentuh hati para pembaca dan mendorong mereka untuk terlibat melakukan sesuatu yang baik. ● YB

Para peserta ketika melihat proses produksi acara televisi di studio CSCT, Bangkok (foto: KARINA).
Para peserta ketika melihat proses produksi acara televisi di studio CSCT, Bangkok (foto: KARINA).
Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta