Geliat Masyarakat Kaliburu Pasca Gempa – Caritas Indonesia – KARINA

Geliat Masyarakat Kaliburu Pasca Gempa

01/10/2019

 

Perjalanan dari Kota Palu ke Desa Kaliburu, dua pekan lalu (19/9), berujung baik. Rona kegembiraan dan kebahagiaan terpancar dari wajah wakil masyarakat Desa Kaliburu yang dilayani dan didampingi oleh Caritas PSE Manado selama masa tanggap darurat hingga masa pemulihan pasca bencana hebat di Sulawesi Tengah tahun lalu. Warga desa berkumpul bersama untuk melakukan wawanhati dengan tim Caritas dan rombongannya dalam kegiatan kunjungan lapangan di Kaliburu, Pombewe dan Tuwa.

 

Warga di Desa Kaliburu beranjak pulih dan bangkit setelah bencana hebat yang merenggut harta dan anggota keluarga mereka. Bersama dengan tim Caritas PSE Manado mereka menata kembali kehidupan mereka, keping demi keping. Rambu-rambu kesiapsiagaan saat ini sudah terpasang di titik-titik penting jalur evakuasi yang menuju lokasi aman di desa. Pun demikian, kebutuhan dasar selama setahun terakhir dapat terpenuhi dengan bantuan tunai yang mereka terima dari Caritas. Pengetahuan mereka untuk mengurangi risiko bencana di masa depan juga semakin meningkat dengan adanya berbagai macam pelatihan yang diberikan oleh Caritas kepada anggota kelompok masyarakat di Kaliburu.

 

Rombongan Keluarga Caritas Internationalis berfoto bersama warga Desa Kaliburu di depan balai desa (Foto: Caritas Indonesia).

 

Dengan berbekal pengetahuan dasar tersebut, masyarakat secara partisipatif merencanakan langkah-langkah pencegahan untuk menghindarkan diri dari dampak bencana di masa depan. Hal ini menandakan bahwa mereka belajar dari pengalaman dan berusaha untuk lebih siap serta tangguh dalam menghadapi berbagai ancaman. Kepala Desa Kaliburu, Ansor M. Saleh menegaskan bahwa, “kami punya semangat untuk bangkit. Kesedihan setelah kehilangan harta benda dan anggota keluarga karena bencana tahun lalu akan selalu kami kenang. Kekuatan untuk bangkit itu ada di sini (sambil menunjuk ke dada) dan bukan karena bantuan dari orang lain.”

 

Caritas PSE Manado bersama dengan Caritas Indonesia membantu warga terdampak di Kaliburu dan desa-desa dampingan lainnya melalui berbagai macam kegiatan pelayanan untuk proses pemulihan yang lebih cepat. Jenis pelayanan yang diberikan, misalnya bantuan tunai multiguna, pelatihan Pengurangan Risiko Bencana, pendampingan psiko-sosial dan lain sebagainya, yang tersebar di duabelas titik di wilayah Palu, Sigi dan Donggala.

 

Lebih jauh lagi, bantuan dan dukungan yang berkelanjutan bagi warga terdampak bencana sudah menjadi kebutuhan mendesak saat ini. Sebagian besar warga Kaliburu berprofesi sebagai nelayan dan petani. Mereka tidak bisa selamanya bergantung dari bantuan-bantuan yang diberikan oleh pihak luar. Dapat dikatakan, kebutuhan untuk hidup sehari-hari sudah tercukupi. Salah seorang ibu yang hadir untuk mengikuti wawanhati dengan tim Caritas mengungkapkan, “kalau bantuan yang langsung bisa dimakan masih bisa dicari sendiri. Namun, bantuan untuk memperbaiki ekonomi keluarga sampai saat ini masih belum tersedia.”

 

Kepala Desa Kaliburu (kiri) menyampaikan kata sambutan kepada para tamu dari Keluarga Caritas yang datang berkunjung (Foto: Caritas Indonesia).

 

Selain melakukan kunjungan lapangan, Caritas Indonesia juga mengajak Caritas PSE Manado untuk melakukan refleksi bersama dengan anggota Konfederasi Caritas Internationalis (CI) di Palu pada tanggal 17-18 September lalu. Pada pertemuan tersebut, selain memberikan update kegiatan dari masing-masing lembaga, Alessandra Arcidiacono selaku Staf Emergency Response CI juga memfasilitasi para peserta pertemuan untuk melihat kembali peran koordinasi, fasilitasi dan komunikasi yang dilakukan oleh Caritas Indonesia kepada anggota Konfederasi CI yang memberikan bantuan di Indonesia. Pertemuan Forum Kemitraan (Partners Forum) Caritas ini dihadiri oleh perwakilan Caritas Germany, Caritas Netherlands, Caritas Switzerland, Caritas Italiana, Caritas Australia, CRS, Direktur Caritas PSE Manado dan tim, dan Direktur Eksekutif Caritas Indonesia beserta timnya.

 

Setahun berlalu, upaya untuk membangun kembali kehidupan di Palu, Sigi dan Donggala mulai menunjukkan hasil. Proses pemulihan dan perbaikan masih akan berjalan panjang. Bersama dengan lembaga kemanusiaan dan para pemangku kepentingan yang lain, Caritas PSE Manado dan keluarga Caritas di Indonesia maupun di luar negeri bahu-membahu untuk membantu masyarakat lepas dari keterpurukan. Semuanya ini hanya mungkin terjadi dengan adanya semangat untuk bangkit dari masyarakat terdampak. “Palu bangkit artinya semua bangkit. Sigi dan Donggala juga bangkit. Jangan terpuruk lagi,” demikian pesan penutup Kepala Desa Kaliburu dalam pertemuan dengan Keluarga Caritas di balai desa.

 

Alessandra sedang memfasilitasi para peserta pertemuan dari perwakilan Caritas Internationalis Member Organizations-CIMOs (Foto: Caritas Indonesia).

 

Para peserta pertemuan berfoto bersama usai workshop (Foto: Caritas Indonesia).

 

Masyarakat Desa Kaliburu berfoto bersama rombongan Keluarga Caritas di titik kumpul aman desa (Foto: Caritas Indonesia).

 

Tim Caritas juga melakukan kunjungan ke lokasi bantuan perumahan sementara di Pombewe yang dikerjakan oleh Caritas PSE Manado dan Jaringan Caritas Keuskupan di Regio Jawa (Foto: Caritas Indonesia).
Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta