24 Jam di Gaza – Caritas Indonesia – KARINA

24 Jam di Gaza

07/08/2014


Rasa-rasanya kami mendapatkan serangan bom setiap detiknya,’ kata Mahmoud Majdalawi, seorang anggota staf Caritas yang bekerja di Gaza.

Wilayah tersebut telah hancur akibat peperangan yang terjadi selama berminggu-minggu. Kemana pun anda pergi, terlihat gedung-gedung yang hancur akibat serangan bom. Setelah sekolah-sekolah yang digunakan oleh PBB sebagai tempat perlindungan pun menjadi sasaran pemboman, tidak ada lagi yang merasa aman katanya.

‘Anda tidak tahu apa yang akan terjadi ketika berada di luar rumah,’ katanya. ‘Roket beterbangan di mana-mana. Saya sedang berada di dalam mobil ketika sebuah bangunan yang jaraknya hanya 100 meter dari tempat saya hancur setelah dihantam oleh roket.’

Mahmoud bertugas di Gaza untuk mengkoordinir distribusi bantuan Caritas Yerusalem ke orang-orang yang mengungsi akibat serangan militer Israel melawan Hamas di Gaza.

Caritas memberikan layanan kesehatan melalui pusat kesehatan yang dimiliki. Selain itu, Caritas juga menyediakan makanan, selimut, dan juga perlengkapan kebersihan kepada masyarakat yang mengungsi di sekolah-sekolah. 

‘Kami bekerja setiap hari dan kami tidak bisa meninggalkan para pengungsi tersebut karena mereka sangat membutuhkan kami,’ katanya. 

Caritas memanfaatkan sekolah-sekolah yang menjadi tempat pengungsian di bawah perlindungan PBB. Hampir seperempat juta orang ditampung di dalam 90  bangunan sekolah.

‘Kondisinya sangat memprihatinkan. Satu ruang kelas diisi oleh sekitar 150 orang. Mereka kekurangan air, selimut, ataupun makanan. Kami sangat mengkhawatirkan kondisi kesehatan para pengungsi tersebut,’ kata Mahmoud.

Sejauh ini, Caritas juga memberikan bantuan perlengkapan kebersihan. Pada masa jeda peperangan ini, Mahmoud memanfaatkannya untuk mengelola bantuan makanan dan selimut bagi para pengungsi yang berada di sekolah-sekolah tersebut.

‘Pada pukul 9 pagi, selama masa jeda, orang-orang keluar, melihat kondisi rumah mereka, atau mengunjungi keluarga dan saudara mereka ataupun sekedar mencari kebutuhan-kebutuhan pokok yang mereka perlukan,’ katanya. ‘Pukul 5 sore jalan kembali kosong karena peperangan dimulai kembali.’

Keluarga Mahmoud berada di Gaza. Ia pun harus merawat keluarganya sepulang kerja.


‘Di malam hari, anda tinggal bersama keluarga anda. Anda selalu ingin berada di tengah-tengah mereka karena pemboman  ini,’ katanya. ‘Kemudian, keesokan harinya, anda kembali menemani para pengungsi.’

Klinik Caritas dan pusat pelayanan kesehatan di tempat-tempat pengungsian tersebut dapat memberikan perawatan kesehatan yang dibutuhkan. ‘Siapa pun yang datang akan kami rawat secara cuma-cuma,’ katanya.

Konflik yang terjadi saat ini menimbulkan dampak kerusakan dan kematian yang lebih besar daripada konflik yang terjadi sebelumnya. Ini karena semua orang di Gaza merasakan dampaknya.

Mahmoud telah kehilangan lima anggota keluarganya, sahabatnya, dan ia menyaksikan sendiri banyak sekali orang yang terluka.

‘Semua orang di sini menginginkan kehidupan mereka normal kembali. Mereka ingin dapat kembali bekerja, memiliki air bersih, dan pergi kemana pun. Kami sangat mengharapkan jalan keluar dari kebuntuan ini,’ tambahnya.

‘Kami tidak ingin lagi menyaksikan anak-anak kehilangan nyawanya ketika mereka sedang tidur terlelap. Maka, pembunuhan ini harus dihentikan.’

Sumber: http://www.caritas.org/2014/08/caritas-working-fire-gaza/

Share

Bantuan kasih dapat disalurkan melalui :

 

Yayasan KARINA

Jl. Matraman No. 31
Kelurahan Kebon Manggis
Kecamatan Matraman
Jakarta Timur, 13150
Telp : (+62-21) 8590 6534, 8590 6540
Fax : (+62-21) 8590 6763
Email : info@karina.or.id
Facebook : Caritas Indonesia-KARINA
Twitter : @Caritas_ID

 

Informasi account:

Bank BCA
Account No : 288-308-0599
Atas nama : YAY KARINA
Cabang: Puri Indah, Jakarta